
Kepri | beritabatam.co : Angka pengangguran di Kepulauan Riau menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Februari 2026, tingkat pengangguran di Kepri turun menjadi 6,87 persen atau turun 0,2 poin dari periode sebelumnya.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kepri, Diki Wijaya, menyebut capaian ini sebagai langkah nyata menuju Kepri yang lebih kuat. Menurutnya, saat ini penduduk yang bekerja di Kepri mencapai 1.032.000 orang, dengan sektor industri menjadi mesin utama penyerap tenaga kerja.
Diki menjelaskan bahwa kunci penurunan angka pengangguran ada pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah melalui Balai Latihan Kerja di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun terus mencetak tenaga ahli sesuai kebutuhan pasar, mulai dari barista hingga tenaga pengelasan industri.
Ia menambahkan, fasilitas lengkap dengan asrama di Tanjungpinang telah berhasil menyalurkan 99 persen lulusannya langsung ke industri, terutama untuk sektor pengelasan di kawasan industri Batam. Pemerintah juga fokus pada perluasan penempatan kerja yang akurat dengan menyesuaikan kompetensi agar setiap orang bekerja di bidang yang tepat.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama di Batam akibat arus pencari kerja dari luar daerah. Untuk itu, perbaikan di wilayah perkotaan terus didorong agar angka pengangguran dapat ditekan lebih dalam.
Diki menegaskan, sesuai arahan Gubernur, peningkatan kualitas SDM menjadi harga mati agar putra-putri Kepri mampu bersaing di pasar global. Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kompetensi demi Kepri yang makin kuat. (Ben)













Discussion about this post