
Batam | beritabatam.co : Data tahun 2025 mencatat, jumlah penduduk yang masuk ke Batam mencapai 49.009 jiwa, sementara yang keluar sebanyak 31.353 jiwa. Dengan demikian, terdapat penambahan 17.656 jiwa pendatang baru.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap dinamika ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya persaingan kerja serta kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
“Selain jumlah pencari kerja yang meningkat, tantangan lain adalah kesiapan keterampilan tenaga kerja yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, terutama di sektor manufaktur dan ekonomi digital,” pungkasnya, sebagaimana dimuat laman mediacenterbatam, (30/04/26).
Ia menambahkan, masuknya tenaga kerja dengan keterampilan terbatas turut memengaruhi kualitas sumber daya manusia di Batam.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam menjalankan sejumlah program strategis, antara lain perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta penempatan tenaga kerja.
Selain itu, kolaborasi juga diperkuat dengan berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, hingga Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.
“Sinergi ini penting agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal dan kualitas SDM terus meningkat,” ujar Rudi.
Pemko Batam optimistis, melalui langkah tersebut, pengangguran dapat terus ditekan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap positif.
Rudi Panjaitan mengatakan, tren penurunan pengangguran tetap berjalan, meski dihadapkan pada tantangan meningkatnya jumlah pendatang setiap tahun.
“Pengangguran di Batam menunjukkan penurunan, namun tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja,” ujar Rudi. (MCB)













Discussion about this post