
Batam | beritabatam.co : Arus penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim menunjukkan tren peningkatan signifikan memasuki periode mudik Lebaran 2026. Hingga hari kelima operasional, jumlah pergerakan penumpang tercatat mencapai 73.787 orang, naik sekitar 12,5 hingga 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Operasional PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, menyebutkan bahwa angka tersebut melampaui prediksi awal yang hanya berkisar 3 persen.
“Kalau dibandingkan tahun lalu sekitar 65 ribu, sekarang sudah 73 ribu lebih. Artinya kenaikannya cukup signifikan dan kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya saat ditemui di Bandara Hang Nadim, Rabu (18/03/26).
Anton menjelaskan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret dengan pergerakan mencapai 18.329 penumpang. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Maret dengan angka yang lebih tinggi, yakni 18.897 penumpang.
Selain lonjakan penumpang, peningkatan juga terlihat dari jumlah penerbangan tambahan (extra flight). Hingga saat ini, pihak bandara telah menerima 278 pengajuan extra flight, dengan 86 di antaranya sudah terealisasi.
“Total usulan sampai akhir periode bisa mencapai 278 penerbangan tambahan, dan yang sudah berjalan 86 flight,” jelasnya.
Adapun rute favorit penumpang masih didominasi kota-kota besar seperti Jakarta (Cengkareng), Kuala Namu, Pekanbaru, Palembang, Surabaya, dan Padang.
Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen bandara melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengaturan slot penerbangan hingga penambahan kapasitas di bagian pemeriksaan X-Ray.
“Kapasitas kita maksimal tujuh pesawat take off per jam, tapi kita tambah dua slot untuk menjaga kualitas layanan,” katanya.
Tak hanya itu, inovasi juga dilakukan pada area pemeriksaan keamanan (security check point). Pihak bandara memodifikasi meja pemeriksaan X-ray guna meningkatkan kapasitas layanan penumpang.
“Dari sebelumnya 225 orang per jam, sekarang bisa mencapai 275 orang per jam. Secara sederhana, dari yang tadinya melayani enam pesawat per jam, sekarang bisa tujuh pesawat,” ungkap Anton.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang tidak hanya berdampak pada pendapatan bandara, tetapi juga menjadi indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.
“Kalau secara makro, ini menunjukkan daya beli masyarakat meningkat. Mobilitas juga naik,” tambahnya.
Di sisi lain, Bandara Hang Nadim juga mulai menerapkan kebijakan pelayanan khusus bagi kelompok rentan, seperti lansia dan balita. Penumpang balita bahkan diperbolehkan keluar dari antrean dengan syarat menunjukkan identitas pendukung seperti kartu keluarga.
“Kita ingin menjadi bandara yang ramah lansia dan ramah balita. Mereka tidak perlu antre lama, kita sediakan tempat duduk khusus,” tegasnya.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan selama periode Ramadan dan arus mudik Lebaran, mengingat lonjakan penumpang yang cukup tinggi dibanding hari normal. (Jam-Bang)













Discussion about this post