Batam | beritabatam.co – Wajah Bandara Internasional Hang Nadim Batam kini berubah total. Jika beberapa tahun lalu penumpang masih menemui dinding tripleks dan atap bocor di ruang tunggu, kini bandara berbenah menjadi gerbang masuk berstandar internasional.
Transformasi itu terungkap dalam program Live Batam Pagi Ini di RRI Batam, Rabu, 23 September 2026, bersama Retail Business Senior Manager PT Bandara Internasional Batam, Immanuella Nathalia Hallatu, dan PTS Vice President Business & Development, Barnard Wiraharja.
Sejak dikelola PT BIB yang merupakan konsorsium InJourney, Incheon Korea, dan WIKA, penataan bandara dilakukan menyeluruh, mulai dari sisi darat hingga udara.
“Kami dari divisi komersial sangat fokus untuk membuat pengalaman penumpang itu mendapat standar internasional, mulai dari darat, parkiran, berbelanja, sampai mereka take off ataupun landing,” ujar Immanuella yang akrab disapa Ella.
Barnard menjelaskan area komersial kini ditata menggunakan Commercial Space Plan sehingga komposisi tenant lebih variatif dan tidak monoton.
“Sekarang ini kami bisa sangat berbangga dengan kehadiran tenant yang brand-nya sudah internasional maupun nasional untuk bisa melayani penumpang,” ungkap Barnard.
Sejumlah merek internasional kini hadir seperti Starbucks, WH Smith, dan Toby’s Estate, berdampingan dengan produk UMKM lokal.
Untuk kenyamanan penumpang, terutama saat delay, bandara melengkapi layanan penunjang berupa kursi pijat dan area wellness, loker penitipan barang, charging station, mesin ATM otomatis, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui.
Layanan tersebut teruji saat penundaan penerbangan akibat kabut asap pada 5 hingga 7 September lalu. Barnard menegaskan keselamatan tetap prioritas, bahkan ada penerbangan yang harus Return to Base.
Berkat koordinasi pengelola bandara, BMKG, AirNav, dan maskapai, penumpukan penumpang dapat ditekan. Maskapai juga cepat menginformasikan kondisi kepada penumpang sehingga situasi tetap terkendali.
Inovasi terbaru adalah digitalisasi sistem parkir yang akan diterapkan 1 Oktober mendatang bekerja sama dengan Center Park.
“Kami mencoba meminimalisir kehadiran petugas secara fisik, digantikan oleh sistem dan teknologi,” jelas Barnard.
Sistem baru mengusung tiga pilar yakni mindless, cashless, dan ticketless. Nantinya CCTV pintar akan membaca pelat nomor otomatis untuk keamanan, pembayaran sepenuhnya non-tunai untuk transparansi, dan tanpa karcis untuk mendukung kelestarian lingkungan. Antrean di gerbang parkir dipastikan lebih singkat.
Selain parkir, opsi transportasi darat juga semakin lengkap. Selain taksi lokal, taksi daring, dan Damri, kini tersedia bus TransBatam Koridor 7 rute Nongsa – Batam Center yang beroperasi di area bandara sejak Juli lalu. (red)










Discussion about this post