Batam | beritabatam.co : Upaya meningkatkan kepatuhan dan kesadaran membayar pajak di Kota Batam kini tidak hanya bertumpu pada pemerintah. Kalangan akademisi hingga praktisi konsultan pajak ikut turun langsung menjadi garda depan dalam mengedukasi masyarakat.
Dosen Akuntansi Universitas Ibnu Sina, Hermaya Ompusunggu, mengungkapkan perguruan tinggi saat ini mengambil peran aktif dengan menerjunkan mahasiswanya ke tengah masyarakat.
“Banyak mahasiswa yang menjadi relawan pajak, itu salah satunya kontribusi daripada akademisi untuk membangun ataupun meningkatkan penerimaan pajak,” jelas Hermaya dalam perbincangannya di RRI Batam, Senin (07/09/26).
Hermaya menjelaskan literasi perpajakan sudah ditanamkan sejak dini melalui kurikulum kampus, khususnya bagi mahasiswa akuntansi dan manajemen. Pembekalan mata kuliah perpajakan dinilai penting karena para mahasiswa ini nantinya akan menjadi calon profesional maupun pengusaha.
Menurutnya, kehadiran relawan pajak di tingkat lingkungan yang lebih kecil merupakan pendekatan yang efektif.
“Dengan cara persuasif mengajak, karena masyarakat ini bisa memiliki (kesadaran) lebih baik,” tambahnya.
Peran sebagai pendidik tidak hanya dilakukan kampus. Konsultan pajak juga turut ambil bagian. Dosen Universitas Putra Batam sekaligus Konsultan Jasa Akuntan, Mortigor Afrizal Purba, menepis stigma negatif yang kerap melekat pada profesinya.
Mortigor secara blak-blakan mengakui di lapangan tidak jarang ada oknum pengusaha yang menyewa konsultan hanya untuk mencari cara menekan pembayaran pajak.
“Kalau kami sebagai konsultan menghadapi calon klien yang seperti itu, kami bilang bahwa kami hanya bisa bantu untuk mengurangi pembayaran tanpa melanggar peraturan perundang-undangan,” tegas Mortigor.
Ia menekankan konsultan tidak bekerja mencari celah pelanggaran hukum, melainkan berpegang pada argumentasi aturan yang sah.
Lebih lanjut, Mortigor menggarisbawahi di tengah kerumitan transisi sistem pajak digital seperti Cortex saat ini, tugas utama konsultan justru lebih banyak beralih menjadi tenaga penyuluh.
“Intinya kami konsultan ini lebih banyak ke edukasi dan sosialisasi sih, bukan lebih banyak kepada pembayaran-pembayaran fee atas pekerjaan,” pungkas Mortigor.
Melalui kolaborasi edukasi dari mahasiswa dan pendampingan etis dari konsultan, diharapkan kebingungan pelaku usaha terhadap sistem perpajakan di Batam dapat terus ditekan. Dengan begitu kepatuhan pajak diharapkan meningkat secara alami (Red)










Discussion about this post