Batam | beritabatam.co – Sektor pariwisata Kota Batam menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan yang sangat positif. Posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia terus menjadi motor utama yang mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Drs. Ardiwinata, mengungkapkan hingga bulan Mei 2026, Batam telah dikunjungi sebanyak 625.026 wisatawan mancanegara. Angka tersebut berdasarkan data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kondisi pariwisata Batam selalu menduduki peringkat ketiga atau kedua nasional, dan tidak pernah terlempar jauh dibandingkan provinsi lain. Kunjungan kita sangat meningkat,” ujar Ardiwinata saat ditemui sebelum menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Batam, (30/07/26).
Menurutnya, capaian tersebut mengukuhkan posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama penyumbang wisman terbesar di Indonesia pasca-pandemi.
Jika biasanya Singapura mendominasi kunjungan dengan sekitar 80 ribu kunjungan hanya di bulan Mei, kejutan justru datang dari Malaysia.
Ardiwinata menyebut tren wisatawan asal Negeri Jiran itu naik hampir dua kali lipat.
“Tren wisatawan Malaysia ini naik hampir dua kali lipat. Di bulan Mei, kunjungan dari Malaysia sudah menyentuh angka 70 ribu. Ini kenaikan yang sangat signifikan,” jelasnya.
Untuk terus mendongkrak pasar internasional, Pemko Batam terus mendorong regulasi dan relaksasi kebijakan seperti Visa on Arrival (VoA) untuk pasar potensial lainnya seperti Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan India.
Tingginya kunjungan, kata Ardi, tidak lepas dari pembangunan amenitas dan daya dukung pariwisata yang mumpuni. Mulai dari restoran, tempat hiburan, hingga kehadiran Polisi Pariwisata yang memberikan rasa aman bagi turis asing.
Kolaborasi pemerintah dan stakeholder juga melahirkan beragam destinasi baru dan revitalisasi ikon kota, di antaranya:
Wisata Religi: Masjid Raya, Masjid Agung, Masjid Sultan, Masjid Tanjak, Vihara Duta Maitreya, hingga Kuil Lalita untuk umat Hindu.
Wisata Hiburan & Budaya: Kawasan Bengkong Laut yang kini dilengkapi Beach Club, serta proyek Taman Budaya Batam (Nyat Kadir) dan revitalisasi Dendang Melayu.
Ardiwinata menambahkan, ke depan pengembangan pariwisata akan lebih merata. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), setiap kecamatan di Batam ditargetkan memiliki kawasan pariwisatanya masing-masing.
“Destinasi dan akses infrastruktur darat, laut, hingga udara akan terus kita bangun,” tutupnya.
Dengan kombinasi wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner, Batam kini membuktikan diri bukan sekadar kota industri, melainkan surga pariwisata bertaraf internasional yang terus berinovasi. (Ben)













Discussion about this post