beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Selasa, September 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Utama

Obrolan Ikan Asin, Dari Prasasti Sampai Hidangan Upacara

Berita Batam by Berita Batam
Juli 16, 2019
0
Pengolahan Ikan Asin dengan memanfaatkan terik matahari
Foto : Matakota

Pengolahan Ikan Asin dengan memanfaatkan terik matahari Foto : Matakota

Viral | beritabatam.co : Ikan asin yang dimaksud disini, tentu ikan asin yang sudah turun menurun menjadi teman makan nasi anak anak nusantara. Dan tak ada hubungannya dengan kasus yang rame belakangan ini.

Siapa yang tak kenal dengan kelezatan dan citarasa ikan asin. Meski ada yang menyebut sebagai makanan kelas menengah kebawah, tapi tak dipungkiri ikan asin selalu punya penggemar karena aromanya yang khas.

Cara pengolahan ikan asin pun sangat praktis, dengan hanya dibakar, digoreng atau di campur bersama bahan lain. Ikan asin siap dinikmati, dengan nasi panas tentunya.

Tapi ternyata, sejarah ikan asin tidaklah sesederhana bentuk dan tampilannya.

Berikut beberapa poin yang membuktikan ‘ikan berkepala dua’ itu memang sudah melegenda dan menjadi saksi sejarah rakyat Indonesia.

Bermula dari Abad ke VIII masehi

Dihimpun Kompas.com (07/03/2016)  orang-orang Indonesia utamanya di Jawa sudah menggemari ikan asin sejak abad ke VIII masehi.

Titi Surti Nastiti, seorang Arkeolog Indonesia dalam bukunya, menjelaskan sejarah ikan asin terkait aktivitas ekonomi dan sosial masyakarat Mataram Kuno.

Buku Titi yang berjudul Pasar di Jawa: Masa Mataram Kuno Abad VII-XI Masehi mengungkap, bahwa masyarakat Mataram Kuno menjadikan ikan asin menjadi salah satu komoditi yang kerap diperdagangkan di pasar-pasar di Jawa sejak 13 abad silam.

Terdapat dalam dua prasasti

Titi menjelaskan sejarah ikan asin dari dua prasasti.

Prasasti pertama adalah Prasasti Pangumulan A yang berangka tahun 824 saka atau 902 Masehi.

Prasasti kedua adalah Prasasti Rukam yang berangka tahun 829 saka atau 907 Masehi. Ikan asin pada masa Itu disebut grih atau dendain Tulisan Titi menyebut, kedua prasasti menjelaskan istilah ikan asin yang dikeringkan disebut grih atau dendain. Saat ini dalam bahasa Jawa ikan asin disebut gereh sedangkan ikan yang dikeringkan disebut dendeng.

Dulu digunakan sebagai hidangan upacara

Titi menyebut, dalam Prasasti Rukam grih atau dendain digunakan sebagai hidangan yang disajikan dalam upacara penetapan sima (tanah suci).

Dari bukti sejarah itu, ikan asin rupanya tak hanya jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga jadi hidangan yang disajikan dalam upacara-upacara besar.

Sering diplesetkan sebagai ikan berkepala dua

Ini lebih dikarenakan tampilan ikan asin yang sebelum diolah, biasanya dibelah menjadi dua bagian meski tetap menyatu pada bagian perut ikan. Inilah yang menjadikan bentuknya menjadi ikan berekor satu tapi berkepala dua.

Nah itu dia, sedikit sejarah tentang ikan asin. Walaupun ada yang sering mencibirnya sebagai makanan tak berkelas. Sejarah membuktikan, ikan asin tetap punya penggemar dan tetap bertahan ditengah makanan olahan beku yang semakin marak saat ini. (Sumber dan NR Aida)

 

ShareTweetSend

Related Posts

Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa
Batam

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026
Foto: Kepriprov.go.id
Kepri

Gebyar Melayu Pesisir 2026: Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

September 21, 2026
Foto: Istimewa
Batam

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

September 21, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Istimewa

    Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Melayu Pesisir 2026: Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026
Foto: Kepriprov.go.id

Gebyar Melayu Pesisir 2026: Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

September 21, 2026
Foto: Istimewa

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

September 21, 2026
Foto: Kepriprov.go.id

SK Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dibatalkan PT TUN Medan, Ini Respons Pemprov

September 20, 2026
Foto: BP Batam

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

September 20, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version