Batam | beritabatam.co : Kedekatan geografis dan nilai tukar mata uang yang bersahabat membuat Kota Batam tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan negara tetangga. Tidak sekadar untuk berbelanja, pesona hiburan malam dan wisata kuliner di Batam sukses menjadi magnet utama bagi warga Singapura dan Malaysia, khususnya para pekerja yang mencari pelarian di akhir pekan.
Daya tarik Batam ini diakui oleh Mira, bukan nama sebenarnya, seorang Warga Negara Indonesia asal Pulau Jawa yang telah belasan tahun bekerja dan menetap di Singapura. Ia mengaku rutin menyeberang ke Batam bersama teman-temannya yang merupakan warga asli Singapura khusus untuk menikmati klub malam dan kulineran.
“Kita sebulan bisa dua atau tiga kali ke Batam. Biasanya datang Jumat sore, kemudian pulang Minggu sore, dan Senin kembali ke Singapura untuk bekerja lagi,” ungkap Mira saat menceritakan rutinitas akhir pekannya kepada beritabatam.co.
Menurutnya, bagi para pekerja di Singapura yang biasanya harus merogoh kocek hingga 700 sampai 1.000 Dolar Singapura untuk sekali hiburan, Batam adalah pilihan alternatif terbaik selain Johor Bahru, Malaysia. Selain harganya yang jauh lebih terjangkau, suasana yang ditawarkan pun dirasa lebih memuaskan.
“Tempat klub di Batam itu lebih luas dan musiknya lebih enak ketimbang di sana. Dan yang paling terpenting, pastinya lebih hemat,” tuturnya.
Selain faktor harga dan suasana, ada satu alasan krusial dan unik mengapa wisatawan dari Singapura lebih memilih menghabiskan malam di Batam, yakni kebebasan merokok.
Mira menuturkan pengalamannya saat mengunjungi klub malam di kawasan populer seperti Somerset, Singapura. Hampir semua klub di Singapura melarang keras pengunjung merokok di sembarang tempat. Aturan ketat ini tidak bisa disepelekan, karena ada sanksi denda tegas yang menanti pelanggar.
“Kena denda 200 Dolar untuk peringatan pertama. Peringatan kedua 300 Dolar. Hukuman itu berlaku selamanya karena setiap diperingatkan, identitas kita langsung didata oleh petugas berwenang yang memberikan denda atau saman,” jelasnya.
Kondisi ini, kata Mira, sangat merepotkan bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman beralkohol sambil merokok. Pasalnya, area khusus merokok atau smoking area sering kali berada jauh dari lokasi utama klub. Bahkan ada yang mengharuskan pengunjung berjalan kaki keluar dari basement yang memakan waktu hingga 15 menit untuk bolak-balik.
Ia tak menampik ada beberapa klub yang mencoba memfasilitasi pengunjung dengan menyediakan ruang merokok di dalam area klub. Namun hal tersebut tetap dirasa tidak praktis.
“Memang ada sih klub yang di dalamnya menyediakan smoking area, tapi tetap saja kita harus beranjak dari meja, meninggalkan minuman kita, dan pindah ke smoking area yang disediakan itu. Tetap saja kenikmatannya beda jika dibandingkan di Batam,” keluhnya.
Kombinasi antara kebebasan berekspresi yang sulit didapatkan di Singapura, fasilitas hiburan yang mumpuni, serta harga yang ramah di kantong, pada akhirnya mengukuhkan posisi Batam sebagai destinasi pelarian favorit di akhir pekan bagi pekerja dari negeri Singa. (Ben)













Discussion about this post