beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Selasa, September 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Konsumsi Ikan di Batam Tembus 20 Ton Per Hari, 6 Kampung Nelayan Merah Putih Diusulkan Tahun Ini

Berita Batam by Berita Batam
September 18, 2026
0
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto.
Foto: Ilustrasi AI

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto. Foto: Ilustrasi AI

Batam | beritabatam.co – Sektor perikanan Kota Batam masih menunjukkan tren positif. Di tengah isu sulitnya zona tangkap, konsumsi ikan warga justru terus meningkat, didorong wisata kuliner dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, saat menjadi narasumber program Batam Menyapa di RRI Batam, Rabu (05/08/26) pagi.

“Alhamdulillah perikanan di Batam masih baik, terutama angka konsumsi ikan terus meningkat,” ujar Yudi yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju Batam Center.

Menurutnya, MBG justru menjadi berkah bagi pembudidaya lokal. Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini langsung menyerap hasil budidaya untuk kebutuhan dapur MBG, sehingga petani ikan tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panen.

Yudi menyebut, inovasi budidaya kini merambah pulau-pulau. Di Pulau Karas, Kecamatan Galang, misalnya, kini sudah ada pembudidaya ikan lele yang mampu mengirim 400-500 kg per bulan ke Batam.

“Di Karas sekarang sudah ada pembudidaya lele. Walaupun masyarakat Melayu tidak terlalu banyak makan ikan air tawar, ini bisa jadi nilai tambah dan pemasukan,” jelasnya.

Untuk ikan laut, kebutuhan Batam mencapai 18-20 ton per hari. Pasokan dipenuhi dari Natuna dan Anambas, terutama ikan tongkol dan mata besar, karena perairan Batam didominasi ikan karang seperti kerapu dan kakap yang justru banyak diekspor ke Singapura.

Sementara ikan air tawar murni dipasok dari Batam sendiri, sekitar 5-8 ton per hari, tersebar di Galang, Sei Beduk, dan Nongsa, untuk kebutuhan rumah makan padang, ikan bakar, hingga bahan baku pempek.

Untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan, Pemko Batam mendorong teknologi bioflok. Tercatat sudah ada 200 kolam bantuan pemerintah, dan jika ditambah swadaya serta binaan TNI/Polri, total mencapai sekitar 500 kolam produktif. 50 persen pasokan air tawar bahkan berasal dari wilayah Barelang.

“Diameternya cukup kecil, cuma 3 meter. Bisa dibuat di pekarangan atau yayasan. Peluang masih sangat besar melihat tren konsumsi dan wisata kuliner,” kata Yudi.

Bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan, Yudi menjelaskan harus tergabung dalam kelompok. Nelayan dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan pembudidaya dalam Pokdakan. Pengajuan tahun ini akan direalisasikan tahun depan, lengkap dengan pelatihan dan pendampingan penyuluh.

Selain perikanan budidaya, Yudi juga mengupdate progres program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.

Tahun 2025 lalu, Kepri mendapat 4 titik, tiga di Batam dan satu di Natuna. Tiga titik di Batam yang sudah beroperasi adalah di Sembulang Tanjung Banun, Kampung Nelayan di Kasu, dan Sekanak Raya di Belakang Padang. Fasilitasnya lengkap mulai dari pabrik es, cold storage 20 ton, sentra kuliner, hingga pelantar.

Untuk tahun 2026, Batam mengusulkan 6 lokasi baru setelah adanya penambahan kuota Kepri menjadi 100 kampung. Enam lokasi tersebut adalah:

1. Ngenang, Kecamatan Nongsa
2. Kampung Bagan, Kecamatan Sei Beduk
3. Temoyong, Kecamatan Bulang
4. Pulau Karas, Kecamatan Galang
5. Bulang Lintang, Kecamatan Bulang
6. Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang

“Keenam titik ini sudah dilakukan verifikasi dan survei topografi oleh Kementerian KKP. Kita tinggal menunggu keputusan SK Menteri, Insya Allah bulan Agustus ini,” ungkap Yudi.

Ia menjelaskan, anggaran pembangunan murni dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara daerah bertugas mengusulkan dan menyiapkan lahan yang _clear and clean_. Syarat utamanya, lahan harus tersedia, ada dukungan listrik dan air, serta 80 persen penduduknya adalah nelayan.

Salah satu urgensi pembangunan di Pulau Karas, misalnya, adalah untuk mendekatkan akses BBM nelayan yang selama ini harus mengambil minyak jauh ke Pulau Setokok, Jembatan 6.

Konsep KNMP, lanjut Yudi, adalah terintegrasi. Di satu kawasan akan ada tempat pendaratan ikan, pabrik es, cold storage, SPBU Nelayan, hingga sentra kuliner tempat pengunjung bisa langsung menikmati ikan segar.

“Konsepnya wisata kuliner di lokasi pendaratan. Ikan naik, langsung dibakar dan dinikmati di tempat. Jadi pusat ekonomi baru,” jelasnya.

Menariknya, Batam menjadi pelopor KNMP di atas laut. Jika sebelumnya KKP mensyaratkan pembangunan di darat, usulan dari Batam yang memiliki budaya pesisir rumah panggung seperti di Kasu dan Sekanak Raya, kini diakomodir dan menjadi model nasional.

Yudi pun membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengusulkan kampungnya untuk tahun 2027. Warga bisa melapor ke Lurah, penyuluh perikanan, atau langsung ke Dinas Perikanan Kota Batam. Beberapa usulan baru seperti dari Pulau Panjang dan Pulau Abang, Kecamatan Galang, sudah masuk dalam daftar antrean.

Di akhir dialog, ia mengajak masyarakat untuk terus gemar makan ikan.

“Makan ikan itu protein dan omega 3 nya bagus, cegah stunting untuk anak. Kalau kita banyak konsumsi ikan, otomatis menyerap hasil nelayan, ekonomi nelayan berputar dan semakin sejahtera,” tutupnya. (Ben)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Ilustrasi AI
Kepri

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026
Foto: Istimewa
Batam

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

September 22, 2026
Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa
Batam

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Kepriprov.go.id

    Gebyar Melayu Pesisir 2026: Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi AI

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026
Foto: Istimewa

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

September 22, 2026
Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026
Foto: Kepriprov.go.id

Gebyar Melayu Pesisir 2026: Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif

September 21, 2026
Foto: Istimewa

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

September 21, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version