
Batam } beritabatam.co — Pembangunan Jalan Lingkar Selatan sepanjang 2,4 kilometer menjadi salah satu proyek infrastruktur yang tengah berjalan di Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, pada 2026. Ruas jalan dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk itu direncanakan berlanjut hingga Dam Duriangkang.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Mitra, dalam pertemuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama pengurus RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat Sungai Beduk, Kamis (08/10/26) malam.
Pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Sungai Beduk itu membahas sejumlah kebutuhan warga, mulai dari pembangunan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) hingga gangguan distribusi air bersih.
Mitra menjelaskan, pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan sedang berlangsung pada 2026. Kelanjutan jalan menuju Dam Duriangkang direncanakan untuk meningkatkan konektivitas kawasan dan membantu mengurai kemacetan.
Selain pembangunan jalan, penambahan PJU di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Menurut Mitra, penambahan penerangan jalan dilakukan secara bertahap melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam. Belum ada rincian mengenai jumlah titik lampu yang akan ditambah maupun jadwal penyelesaian pemasangan di kedua kawasan tersebut.
Selain jalan dan PJU, persoalan distribusi air bersih turut dibahas dalam dialog tersebut. Perwakilan teknis BP Batam, Deni Tondano, bersama Amsakar menjelaskan beberapa tantangan yang memengaruhi pelayanan air bersih di Batam.
Tantangan itu meliputi jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun, kendala dalam sistem pemantauan distribusi, serta penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan.
Amsakar mengatakan, persoalan air bersih tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu langkah karena berkaitan dengan kondisi jaringan distribusi dan ketersediaan air baku.
“Persoalan air bersih ini sangat kompleks karena kita berhadapan dengan jaringan perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan penurunan debit air waduk. Karena itu, saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga,” kata Amsakar.
Ia mengajak masyarakat menjaga kawasan tangkapan air (catchment area) serta menggunakan air secara bijak untuk membantu mempertahankan ketersediaan air baku.
Pembahasan mengenai jalan, penerangan, dan air bersih menunjukkan sejumlah kebutuhan infrastruktur masih menjadi perhatian di Kecamatan Sungai Beduk. (MCB)











Discussion about this post