Batam | beritabatam.co – Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kepulauan Riau bersama IPK Kota Batam memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57. Bukan sekadar seremoni, peringatan tahun ini diwujudkan dalam gerakan nyata peduli lingkungan melalui penanaman mangrove di sejumlah titik pesisir Kota Batam.
Ketua IPK Provinsi Kepri sekaligus penanggung jawab kegiatan, Budi Bukti Purba, mengatakan kegiatan utama akan dipusatkan di kawasan Pantai Vio Vio, Barelang, dan akan menyebar ke beberapa lokasi lain seperti Teluk Mata Ikan, Kebun Raya Batam, Belakang Padang, serta sejumlah titik pesisir lainnya.
“Peringatan HUT ke-57 harus memiliki makna yang lebih luas. Organisasi tidak cukup hanya berkumpul dan seremoni, tetapi harus meninggalkan manfaat dan warisan yang bisa dirasakan langsung masyarakat dan lingkungan,” ujar Budi, (12/08/26).
Budi menambahkan, kegiatan ini mendapat atensi dan dukungan dari Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyangnyang Haris Pratamura, S.E., M.M., yang dijadwalkan hadir langsung dalam kegiatan penanaman.
Pemilihan mangrove, menurut Budi, bukan tanpa alasan. Bagi wilayah kepulauan seperti Batam dan Kepri yang memiliki garis pantai panjang dan pulau-pulau kecil, mangrove memiliki peran vital. Selain menahan abrasi pantai, mangrove menjadi habitat berbagai biota laut, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, hingga berkontribusi dalam mitigasi pemanasan global atau _global boiling_.
“Keberadaan mangrove sangat penting untuk keberlanjutan hidup masyarakat pesisir, termasuk nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia IPK Kepri Peduli Lingkungan, Alex A. Simatupang, menegaskan rangkaian HUT ke-57 IPK dikemas dengan semangat kebersamaan dan kepedulian berkelanjutan.
Alex yang juga mantan Sekjen Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) menekankan, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis.
“Perayaan ulang tahun OKP bukan hanya soal seremonial. Kami ingin ada sesuatu yang ditinggalkan dan memberi manfaat. Penanaman mangrove ini menjadi bentuk nyata kepedulian berkelanjutan terhadap lingkungan,” ujar Alex.
Konsep yang diusung panitia adalah menanam, merawat, dan menjaga. Dengan begitu, mangrove yang ditanam tidak hanya ditinggalkan, tetapi dipastikan tumbuh dan memberi dampak ekologis jangka panjang.
Dukungan penuh juga datang dari IPK Kota Batam. Dalam rapat panitia yang digelar Minggu, 9 Agustus 2026 di Sekretariat IPK Kepri, Ketua IPK Kota Batam Devin Hutabarat, http://S.Kom., bersama jajaran menyatakan siap menggerakkan kader untuk menyukseskan gerakan IPK Peduli Lingkungan tersebut.
Pemilihan beberapa lokasi penanaman menunjukkan gerakan penghijauan ini tidak terpusat di satu titik, melainkan menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat kesadaran masyarakat menjaga pesisir dari Pulau Galang hingga pulau-pulau terluar di Kepri. (Red)













Discussion about this post