Batam I beritabatam.co : Hari OTDA tahun ini mengusung tema ‘Dengan Semangat Otonomi Daerah, Kita Wujudkan ASN Yang Proaktif Dan Berakhlak Dengan Membangun Sinergi Pusat Dan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045’. Kegiatan ini juga disempenakan dengan peluncuran Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SI LPPD) versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (Kovi) Otonomi Daerah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kemendagri Suhajar Diantoro, menyampaikan hendaknya semua pihak kembali memahami esensi filosofis dari ditetapkannya otonomi daerah, dalam praktiknya mendelegasikan sebagian kewenangan dan urusan pemerintahan ke daerah.
“Sejatinya agar daerah mendapat kemandirian fiskal dan menggali potensi sumber daya. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah serta memacu percepatan dan pemerataan pembangunan,” katanya.
Setelah melewati sejarah panjang dan 26 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Prestasi Manusia (IPM) atau Human Development Indeks, bertambahnya pendapatan daerah dan kemampuan fiskal daerah.
Kemendagri terus mendorong daerah terus maju. Sehingga dampak positif OTDA, dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Sehingga dapat meningkatkan angka IPM dan menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas akses Infrastruktur dan lain-lain,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Kemendagri juga mengingatkan kepala daerah untuk tetap memberi perhatian pada upaya menekan penyebaran Covid-19.
Dampak konflik Rusia-Ukraina, khususnya terkait pangan dan energi, juga menjadi perhatian dalam peringatan Hari OTDA kali ini. Untuk kepala daerah untuk ikut intensif memantau keadaan pangan dan energi di daerahnya masing-masing, terlebih di daerah telah ada Satuan Tugas (satgas) Pangan.
Harapan-harapan tersebut sejatinya sejalan dengan yang telah dilakukan dan telah dicapai di Batam. Sebut saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Batam pada 2021 sebesar 81,12 dan mengantarkan Batam terbaik keempat se-Sumatera. Angka kemiskinan Batam juga merupakan yang terendah di Kepri. (MCB)














Discussion about this post