Batam | beritabatam.co – Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Rizki Faisal, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau sebagai penguat semangat membangun daerah kepulauan yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Menurutnya, posisi Kepri di wilayah perbatasan negara sekaligus jalur perdagangan internasional memberi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Namun karakter wilayah yang terdiri dari ribuan pulau menghadirkan tantangan tersendiri yang membutuhkan keberpihakan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Kepri memiliki keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Tetapi kita juga menghadapi tantangan yang khas sebagai daerah kepulauan. Karena itu, pembangunan Kepri harus dibangun dengan perspektif kepulauan, bukan perspektif daratan,” ujar Rizki.
Selama bertugas di DPR RI, Rizki mengaku konsisten mendorong kebijakan yang memperkuat posisi daerah kepulauan.
Salah satunya melalui keterlibatan aktif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang diharapkan memberi landasan hukum lebih kuat bagi percepatan pembangunan wilayah kepulauan di Indonesia.
Di bidang hukum, ia juga menggagas penguatan akses bantuan hukum bagi masyarakat pulau melalui konsep LBH Digital dan layanan hukum yang lebih mudah dijangkau di wilayah perbatasan maupun pulau-pulau terluar.
“Jangan sampai masyarakat yang tinggal di pulau terluar harus menghadapi hambatan karena faktor jarak ketika membutuhkan pendampingan hukum atau akses terhadap keadilan. Negara harus hadir sampai ke pulau-pulau terdepan,” katanya.
Di sektor ekonomi, Rizki menilai Kepri perlu terus mendapat dukungan kebijakan yang meningkatkan daya saing.
Gagasan seperti penguatan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas secara bertahap, kemudahan arus barang, hingga skema khusus sesuai karakter wilayah perbatasan dinilai penting untuk memperkuat posisi Kepri sebagai pusat investasi, industri, perdagangan, dan logistik nasional.
Penguatan ekonomi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan wilayah.
Kepri menjadi garda terdepan Indonesia dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara, mulai dari penyelundupan narkotika hingga tindak pidana perdagangan orang.
“Kepri bukan hanya gerbang investasi, tetapi juga beranda kedaulatan Indonesia. Karena itu, pembangunan ekonomi, pelayanan hukum, dan penguatan keamanan harus berjalan bersama,” tegasnya.
Ia berharap peringatan hari jadi ke-24 menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan merata hingga pulau terluar.
“Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan bukan sekadar tema peringatan. Ini adalah pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, dari pusat pertumbuhan hingga pulau-pulau terdepan yang menjadi wajah Indonesia di perbatasan,” tutup Rizki Faisal. (ARB)











Discussion about this post