beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Minggu, September 20, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Haidar Alwi : Waspadai Penjajahan Spiritual

beritabatam co by beritabatam co
Juni 15, 2019
0

Jakarta | beritabatam.co : Penanggungjawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) sekaligus inisiator #2022GantiGabener, Haidar Alwi mengingatkan rakyat Indonesia untuk selalu mewaspadai upaya penjajahan spiritual.

Haidar Alwi mengatakan bahwa sekarang di Indonesia penjajahan sesungguhnya telah terjadi tanpa disadari. Dimana, penjajahan itu tidak seperti penjajahan pada zaman kolonial. Tetapi, penjajahan spiritual yang merusak akhlak dan mental melalui doktrin aliran agama tertentu yang sesat.

“Penjajahan mental dan spiritual di Indonesia saat ini jauh lebih kejam dan biadab jika dibandingkan penjajahan pada zaman kolonial. Karena, zaman penjajahan kolonial lebih condong kepada penjajahan fisik yang dirasakan. Tetapi, penjajahan spiritual dan mental telah mengganggu napas kehidupan keberagaman  tanpa disadari. Sehingga, tanpa terasa sendi-sendi sosial, budaya dan agama menjadi ngilu,” ujar Haidar Alwi, Sabtu (15/6/19).

Persoalannya, rasa ngilu itu seolah-olah dirasakan seorang diri. Karena, penjajah spiritual dan mental menggunakan politik devide et impera agar kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Sebagai contoh di kawasan Puncak Bogor, cukup akrab dengan istilah kawin kontrak. Dan, di area puncak tersebut kita sering melihat oknum pendatang keturunan hilir mudik. Menurut Haidar Alwi, merekalah yang kerap kali melakukan kawin kontrak di sekitar kawasan itu tanpa mengalami kesulitan sedikitpun dalam prosesnya.

“Ironisnya, para orang tua dengan mudah merelakan anak gadisnya untuk dijadikan  budak seksual. Atas nama agama mereka menganggap kawin kontrak adalah benar adanya. Padahal, sesungguhnya kawin kontrak itu sama saja melegitimasi perzinahan dan perdagangan anak. Tetapi, apa boleh buat kalau orang tua telah terhipnotis dengan para penjajah spiritual. Dan, itu seakan sudah menjadi budaya karena budaya kawin kontrak sudah menjamur dikawasan puncak,” tutur Haidar Alwi.

Budaya Indonesiapun menjadi berubah karena penjajahan spiritual dan mental. Budaya Indonesia yang seharusnya dipertahankan dan dikembangkan malah justru dihancurkan. Jati diri bangsa Indonesia pun dengan mudah dijajah.

Bila dibandingkan dengan penjajahan pada zaman dahulu kala, politik pecah belah, politik adu domba atau devide et impera adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan.

Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Dan, kekuatan militer menjadi faktor pendukung utama. Bukan, Agama yang menjadi ujung tombaknya.

Awalnya, devide et impera merupakan strategi perang yang diterapkan oleh bangsa-bangsa kolonialis mulai pada abad 15 (Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, Prancis). Bangsa-bangsa tersebut melakukan ekspansi dan penaklukan untuk mencari sumber-sumber kekayaan alam, terutama di wilayah tropis.

Seiring dengan waktu, metode penaklukan mereka mengalami perkembangan, sehingga devide et impera tidak lagi sekadar sebagai strategi perang namun lebih menjadi strategi politik. Dan, semua itu tidak menggunakan agama sebagai alat untuk menghasut apalagi mengadu domba atas nama agama. Karena, tujuan penjajah sesungguhnya merampok kekayaan alam Indonesia.

 

Reporter : Hamdi Putra / red

 

 

ShareTweetSend

Related Posts

Nasional

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026
Nasional

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026
Kepri

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebut Informasi Publik, Kadis Kominfo Batam: Valid Dulu, Baru Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW PKSS Kepri Serahkan SK, Amiluddin Resmi Pimpin DPD PKSS Kota Batam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

September 18, 2026

Kapolda Kepri Tindak Tegas Aksi Premanisme di Setokok, Ajak Masyarakat Wujudkan Batam Aman dan Kondusif

September 18, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version