Viral | beritabatam.co : Lampu temaram, musik dengan beat rendah, dan segelas wine di bar. Suasana yang kini tak asing lagi dan jadi pilihan sebagian wanita karir untuk menghabiskan malam. Fenomena wanita profesional yang datang ke club malam atau lounge bar bukan lagi hal tabu. Tapi apa yang sebenarnya mereka cari?
Bagi banyak wanita karir, club malam bukan semata soal hura-hura. Setelah 8 sampai 12 jam berkutat dengan deadline, meeting, dan tekanan target, ruang seperti ini jadi salah satu opsi untuk ‘switch off’ dari mode kerja.
“Di kantor saya harus jadi leader, harus kuat. Di sini saya bisa lepas semua atribut itu sebentar. Nggak ada yang kenal saya sebagai manager siapa. Saya cuma tamu yang mau denger musik,” kata Rani, 29, seorang supervisor di perusahaan multinasional, saat ditemui di sebuah lounge di Jakarta Selatan.
Psikolog industri Indah Permatasari menyebut fenomena ini sebagai bentuk coping mechanism di tengah budaya kerja yang makin kompetitif.
“Wanita karir hari ini memikul beban ganda. Ekspektasi profesional tinggi, tapi di rumah juga masih ada tuntutan peran domestik. Club malam dengan suasana yang privat dan aman jadi ruang transisi. Tempat mereka bisa merasa punya kontrol penuh atas dirinya sendiri, tanpa dihakimi,” jelas Indah.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, wanita karir kini lebih berani mengklaim ruang publik untuk me time. Mereka datang bukan untuk cari pasangan, tapi cari jeda.
Selain itu, club malam dan lounge bar modern juga telah bergeser. Banyak yang kini mengusung konsep social bar atau jazz lounge dengan fokus pada experience live music, mocktail premium, sampai sesi networking informal. Bagi sebagian wanita karir, ini jadi tempat aman untuk memperluas koneksi di luar lingkaran kantor yang kaku.
“Saya pernah dapat klien justru dari ngobrol santai di bar. Karena suasananya cair, orang lebih terbuka,” ujar Dina, 34, seorang konsultan bisnis.
Pada akhirnya, pilihan untuk datang ke club malam adalah soal otonomi. Di tengah padatnya peran yang harus dijalani, setiap orang butuh ruang untuk jadi dirinya sendiri. Bagi sebagian wanita karir, ruang itu kebetulan ada di balik pintu club malam yang temaram, dengan musik yang menenangkan dan segelas minuman untuk menemani malam. (Ben)













Discussion about this post