Jakarta | beritabatam.co : Badan Pengusahaan BP Batam memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran RKA Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat RDP bersama Komisi VI DPR RI.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengungkapkan, pagu anggaran BP Batam tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp2,43 triliun, yang seluruhnya didanai secara mandiri melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak PNBP.
“Pagu anggaran BP Batam tahun 2027 tidak mengalami perubahan dari pagu indikatif. Seluruhnya bersumber dari PNBP BP Batam, tanpa ada sumber lain baik dari Rupiah Murni APBN, pinjaman atau hibah luar negeri, maupun Rupiah Murni pendamping,” tegas Amsakar.
Anggaran senilai Rp2.437.418.228.000 tersebut dialokasikan ke dalam dua program utama. Pertama, Program Dukungan Manajemen sebesar Rp963,03 miliar atau sekitar 39,5 persen dari total pagu. Kedua, Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,47 triliun dengan porsi mayoritas 60,5 persen.
Penerimaan tersebut ditargetkan berasal dari 10 unit kerja penghasil dan Badan Usaha Unit Mandiri di lingkungan BP Batam.
Tiga kontributor utama di antaranya Direktorat Pengelolaan Pertanahan sebesar Rp928,08 miliar atau 38,08 persen, Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah sebesar Rp572,36 miliar atau 23,48 persen, serta Direktorat Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan sebesar Rp528,71 miliar atau 21,69 persen.
Untuk mendorong pengembangan Batam sebagai kawasan strategis, dari alokasi Program Pengembangan Kawasan Strategis, dana sebesar Rp665,11 miliar atau 45,11 persen dialokasikan khusus untuk belanja infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur jalan mendominasi dengan alokasi Rp299,98 miliar, disusul infrastruktur drainase Rp98,09 miliar, pengembangan kawasan dan wisata Rp88,55 miliar, serta pembangunan infrastruktur jembatan Rp75,54 miliar.
Sisanya dialokasikan untuk pengembangan fasilitas bandara Rp40,82 miliar, air bersih dan IPAL Rp29,41 miliar, fasilitas kesehatan Rp24,11 miliar, serta fasilitas pelabuhan Rp8,61 miliar.
Di penghujung paparannya, Amsakar memohon dukungan Komisi VI DPR RI agar seluruh rencana kerja tahun 2027 berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Mencairkan suasana rapat, Amsakar menutup paparannya dengan pantun Melayu yang disambut hangat peserta rapat.
“Burung kenek-kenek hinggap di atas dahan, betul kata datuk nenek, Komisi VI boleh tahan.”
RDP ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk mematangkan langkah strategis BP Batam dalam memperkuat posisinya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, baik di Kepulauan Riau maupun nasional. (Red)









Discussion about this post