beritabatam.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
PRICING
SUBSCRIBE
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Azhari Hamid Ungkap Kerusakan Lingkungan di Pantai Kalat

Berita Batam by Berita Batam
Juli 22, 2022
0
Kerusakan Hutan Mangrove di Pantai Kalat Yang Jadi Bagian dari Hutan Produksi Pulau Rempang
Foto : MD Kepri

Kerusakan Hutan Mangrove di Pantai Kalat Yang Jadi Bagian dari Hutan Produksi Pulau Rempang Foto : MD Kepri

Batam I beritabatam.co : Ketua DPP Masyarakat Peduli Laut dan Lingkungan Hidup (Mapell) menyampaikan temuan kerusakan mangrove di Pantai Kalat Pulau Rempang. Sebagaimana diungkap saat menjadi narasumber dalam wawancara bersama Media Digital Kepulauan Riau, (20/07/22) di kantor MD Kepri di Batamcentre, kota Batam.

“Mangrove disana itu rusak, setelah ditelusuri lebih jauh ternyata ada eksploitasi pasir darat (Sebelumnya ditulis pasir laut-red). Sekarang kan mangrove ini sama pentingnya bagi kami yang bergerak dibidang lingkungan. Sama pentingnya,” jelasnya

Azhari menyebutkan bahwa memang potensi pasir darat di kawasan Hutan Produksi Konversi itu sangat signifikan.

“Dari pantauan kami, pasirnya disana itu pasirnya sangat bagus, sangat baik. Ketebalannya itu sangat signifikan untuk di eksploitasi,” jawabnya.

Aktivis lingkungan itu menyampaikan dugaan 20 sampai 30 persen hutan mangrove di Pantai Kalat sudah rusak.

“Kalau luas itu tekhnis, bisa sih kita hitung nanti. Tapi kalau di Pantai Kalat sekitar 20 sampai 30 persen sudah rusak,” jawabnya mengenai dugaan luas kerusakan yang sudah terjadi.

Tonton selengkapnya di youtube Media Digital Kepulauan Riau

Azhari Hamid Ungkap Kerusakan Lingkungan di Pantai Kalat

Sementara menjawab mengenai mengapa saat ini tidak ditemukan lagi aktivitas eksploitasi pasir? Pria yang tengah menggalakan kampanye ayo Sellingkuh itu menduga penghentian aktivitas eksploitasi pasir di areal itu dikarenakan tengah banyak disoroti saat ini.

“Kalau saya melihat, saat ini disana itu lagi panas (banyak disoroti-red). Karena saya juga mendapat informasi BP Batam juga tengah mengajukan HPL disana. Sementara kewenangan ini ada di Gubernur sebagai perwakilan Pemerintah Pusat,” jawab Azhari.

Disisi lain, terbitnya SK Gubernur Kepri tentang Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) di areal hutan produksi Pulau Rempang. Azhari mengaku belum tau ada berapa perusahaan yang mengajukan ijin tersebut. Tapi faktanya di lapangan tidak ada usaha yang dimaksud atau sesuai ijin yang diterbitkan.

“Di SK Gubernur itu, kita belum tau ada banyak perusahaan yang mengajukan SK itu ke Gubernur. Kita kasat mata saja. Apakah ada kegiatan yang sesuai SK? Kalau saya bilang itu jauh dari harapan kita,” tambahnya.

Lalu ditanya soal pengawasan terhadap usaha yang dijalankan sesuai yang dimaksud dalam SK Gubernur. Azhari cukup pesimis terhadap pengawasan dari pemerintah.

“Kalau pengawasan, nyata-nyata kami tidak lihat. Mungkin, mungkin ada diluar pengamatan kita. Mungkin ada Gakum atau LSM lingkungan, kalau kami sendiri. Kami terus berkeliling untuk pengawasan secara eksternal. Di internal pemerintah, terus terang sangat lemah. Kenapa? Karena terjadi eksploitasi pasir. Terjadi kerusakan lingkungan. Kedepan kita tidak tau lagi mau jadi apa itu Barelang,” sambungnya.

Tapi Azhari Hamid menyatakan dukungan, jika pemerintah membutuhkan pasir untuk kebutuhan lokal, asal ada aturan jelas mengenai eksploitasi pasir di kawasan itu.

“Kalau memang pemerintah butuh pasir tapi untuk kebutuhan lokal bukan ekspor untuk pembangunan kita, saya sepakat. Tapi aturannya terbitkan. Tidak sekarang, aturannya tidak ada, aktivitasnya berlaku, buat tambang ikan atau udang lalu pasirnya diambil,” sebutnya.

Lebih lanjut ia mempertanyakan perencanaan dan pengawasan internal dari pemerintah atas ijin untuk wisata di areal hutan produksi di Pulau Rempang.

“Mari kalau mau dijadikan objek wisata, perencanaannya seperti apa? kalau yang kita lihat sekarang ini. siapa yang ada disitu, bekerja disitu. Masalah ijin urusan belakang itu yang saya lihat sekarang terhadap legalitas legalitas yang ada. Harusnya mereka lakukan, sesuai ijin yang mereka terima. SK yang mereka terima,” tutup Azhari. (MD Kepri)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Istimewa
Nasional

Polri Keluarkan Aturan Optimalkan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Melalui ETLE

Mei 19, 2023
Dukung Peningkatan Sektor Pariwisata, Muhammad Rudi Terima Penghargaan Indonesia Visioner Leader
Foto: BP Batam
Batam

Dukung Pariwisata, Muhammad Rudi Terima Penghargaan Indonesia Visioner Leader

Mei 19, 2023
BP Batam Tanggapi Keluhan Pemadaman Listrik di Kawasan Industri
Foto: BP Batam
Batam

BP Batam Tanggapi Keluhan Pemadaman Listrik di Kawasan Industri

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Muhammad Rudi Apresiasi Dukungan Masyarakat Dalam Pembangunan Kota Batam

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Bahas Tata Kelola Lahan dan Limbah, BP Batam Terima Kunjungan Studi Banding PPK Kemayoran

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Muhammad Rudi Berbagi Pengalaman Kepemimpinan

Mei 17, 2023

Discussion about this post

Popular Stories

  • Marak Penipuan Kavling, BP Batam : Masyarakat Teliti dan Hati-Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wafid Buka-bukaan Soal Proyek Tender Hambalang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akpol 97 Gelar Vaksinasi Massal dan Bagikan 5 ribu Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) nasional yang digelasr secara daring, Kamis (26/03/26).
Foto: MCB

Jawab Keterbatasan Anggaran, Pemko Batam Optimalisasi Skema Pembiayaan Inovatif

Maret 30, 2026
Hari pertama masuk kerja pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad langsung meninjau penataan taman dan pembangunan infrastruktur di sejumlah titik, Rabu (25/03/26).
Foto: MCB

Cek Progres, Amsakar Ahmad Tinjau Penataan Taman dan Pembangunan Infrastruktur

Maret 26, 2026
Lebaran usai, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai kembali bekerja pada Rabu (25/03/26)
Foto: MCB

Lebaran Usai, ASN Pemko Batam Kembali Bekerja Dengan Skema WFA

Maret 26, 2026
Kebakaran terjadi di Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang, pada Minggu (22/03/26), yang menghanguskan area hutan di sekitar pelantar dan dekat permukiman.
Foto: Istimewa

Hutan Pulau Manis Terbakar, Proyek Funtasy Island Yang Mangkrak

Maret 24, 2026
Terminal Pelabuhan Bintang 99 Persada,Batu Ampar, Kota Batam Senin (23/3/26) (Foto: Jamaludin)

Belum Ramai Hari Ini, Pelni Sebut Puncak Arus Balik Terjadi Senin Depan

Maret 23, 2026
April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Twitter Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
  • World
  • Opinion
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version