beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Jumat, September 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Aldi Braga Kritik Aparat, Dua Pekan Berlalu Penyelundup Lobster Belum Tertangkap

Berita Batam by Berita Batam
Juni 7, 2022
0
Foto Ilustrasi : istimewa

Foto Ilustrasi : istimewa

Batam I beritabatam.co : Dua pekan berlalu sejak rilis penangkapan penyelundupan 466 ribu benih lobster oleh TNI AL. Pelaku penyelundupan yang sempat disebut berjumlah 5 orang belum juga terungkap.

Aldi Braga, Pengamat Publik kota Batam mengkritisi lambannya penangkapan pelaku penyelundupan benih lobster yang dinilainya tak seperti biasanya.

“Ini hampir satu bulan pengungkapan kasus penyelundupan, tapi pelaku belum juga ditangkap,” ucapnya kepada tim media ini, Selasa (07/06/22), di bilangan Batam Centre, kota Batam.

Nilai tangkapan benih lobster yang mencapai 46 miliar rupiah, menurut Aldi Braga merupakan angka yang fantastis. Aldi mempertanyakan minimnya publisitas kegiatan lepasliar benih lobster di Pulau Abang. Aldi menyebut, ada sumber dari masyarakat yang mengatakan jumlah benih lobster yang diselundupkan berjumlah 130 boks. Jumlah yang lebih besar dibanding jumlah hasil tangkapan yang dirilis Lanal Batam yakni 95 Boks.

“Nilainya kan mencapai 46 miliar rupiah. Kita patut pertanyakan proses lepas liarnya. Termasuk berita acara lepas liar yang mencantumkan jumlah, jenis, dan lokasi lepas liar benih lobster. Jangan sampai muncul dugaan mengelabui publik terkait jumlah yang ditangkap dan jumlah yang dilepaskan” paparnya.

Lebih lanjut perairan Pulau Abang, Galang yang kerap dijadikan lokasi lepas liar benih lobster hasil tangkapan dari penyelundupan, juga tak lepas dari kritikan Aldi Braga.

Menurutnya benih lobster itu rawan dan bernilai tinggi, jadi ketika dilepasliarkan artinya ada nilai ekonomis yang terbuang sia sia. Lalu kalau dilepasliarkan di alam bebas, peluang hidup benih lobster sangat kecil.

“Benih lobster ini dilepas liar di perairan Pulau Abang. Ini kan nilainya 46,7 miliar. Ini uang yang sangat banyak yang dilepas sia sia. Karena peluang hidup benih lobster dialam liar apalagi di perairan Pulau Abang, mungkin hanya sekitar 10 persen. Itupun kalau mampu bertahan hidup. Kita bisa saksikan sampai hari ini, perairan Pulau Abang tidak juga jadi sentra lobster. Sementara hasil tangkapan benih lobster selalu dilepas liarkan di lokasi tersebut,” jelas Aldi Braga.

Aldi Braga mengatakan lobster memang jadi komoditas unggul bernilai ekonomis tinggi. Harga benih lobster dari nelayan biasanya diperjualbelikan di kisaran harga 5000 rupiah. Sementara di Vietnam sebagai negara tujuan penyelundupan benih lobster dijual pada harga 100 – 200 ribu rupiah. (MDKepri)

ShareTweetSend

Related Posts

Batam

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026
Batam

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026
Kepri

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

September 24, 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

September 24, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version