beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemerintah Berikan Amnesti Impor Bahan Baku Plastik

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 22, 2019
0

Nasional l beritabatam.co : Ratusan kontainer yang berisi scrub plastik impor yang saat ini tertahan di sejumlah pelabuhan di Jakarta dan Batam, mendapat angin segar. Pemerintah disebut akan menerbitkan regulasi agar kontainer yang tertahan di pelabuhan bisa segera masuk untuk dimanfaatkan industri.

Keputusan pemerintah memberikan amnesti impor bahan baku plastik ini diambil dalam rapat Kelompok Kerja (Pokja) IV Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi di Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (15/08/19), sebagaimana dimuat laman 45 berita.

RELATED POSTS

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

Rapat dipimpin Ketua Pokja dan juga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan didampingi Sekretaris Pokja IV Irjen Pol Carlo Brix Tewu. Ini merupakan rapat kedua yang digelar Pokja untuk membahas dampak tertahannya kontainer tersebut.

Kebijakan menahan ratusan kontainer berisi scrub plastik impor menyebabkan kerugian pengusaha. Asosiasi Ekspor Impor Plastik Industri Indonesia (Aexpindo) mengeluhkan kebijakan pemerintah tersebut. 

Aturan yang tercantum dalam Permendag No 31 tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun tersebut. Mengakibatkan kerugian besar bagi pengusaha.

Pengusaha harus menanggung kerugian besar akibat harus membayar denda demurrage atau batas waktu pemakaian peti kemas di dalam pelabuhan senilai sekitar Rp40 miliar.

Belum lagi, dampak dari tertahannya kontainer tersebut membuat sekitar 20 ribu pekerja di industri ini di rumahkan. Termasuk potensi ekspor yang hilang yang jumlahnya diperkirakan sebesar USD441,3 juta.

Ketua Umum Aexpindo Ahmad Ma’ruf Maulana, menegaskan, jika kondisi seperti ini terus menerus berlangsung tanpa ada jaminan dan kepastian hukum dari pemerintah, maka seluruh pelaku usaha yang bergerak di industri bahan baku scrub plastik terus merugi.

“Seluruh anggota kami di Aexipindo khususnya akan mengalami kebangkrutan,” tegas Ahmad Ma’ruf Maulana. Maulana mengatakan, industri yang dikelola anggota Aexipindo telah menyerap banyak lapangan kerja di seluruh Indonesia. “Apabila hal ini terus berlangsung, maka kami khawatirkan pengurangan tenaga kerja akan terus terjadi,” ujarnya.

Pihaknya meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan kepastian dalam kelangsungan usaha ekspor impor plastik ini. Salah satu caranya dengan merevisi Permendag Nomor 31 tersebut.

Dari data Kementerian Perindustrian, terdapat sebanyak 600 kontainer yang tertahan di seluruh pelabuhan di Indonesia selama sekitar 36 hari. Dengan biaya demurrage yang harus ditanggung pengusaha sekitar Rp30 miliar-Rp40 miliar

Sementara kontainer yang tertahan di Singapura sebanyak 1.600 kontainer dengan biaya yang ditanggung sebesar SGD500 ribu atau setara Rp5 miliar. Padahal nilai investasi industri daur ulang bernilai sekitar Rp2,6 triliun.

Mengenai keluhan Aexipindo, pihak Bea Cukai menyatakan, dari kontainer yang masuk tersebut, banyak yang diduga terkontaminasi limbah B3. Hal itu membuat pihaknya tak dapat mengeluarkan kontainer tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan, barang-barang impor yang masuk harus bersih dari limbah berbahaya. “Yang ditahan itu ada kandungan limbah B3-nya,” kata Rosa.

Rosa pun meminta agar unsur pengotor dalam impor tersebut minimal 2 persen. Mengenai adanya dugaan limbah non B3 di ratusan kontainer tersebut, Maulana tak membantah atau membenarkannya. Namun dia menegaskan, Aexipindo berkomitmen akan mengolah bahan pengotor dengan menggunakan Insenerator.

“Kami juga akan bersikukuh meminta agar ambang batam pengotor (impuritis) itu berada di angka 5 persen. Nah sisa dari residunya tersebut akan kami hancurkan melalui insenerator,” tegasnya. Aexipindo, sambung Maulana juga akan menggandeng KPLHI untuk bersama-sama memantau lingkungan di industri.

“Dan yang penting dipahami oleh pemerintah bahwa industri kami ini 100 persen berorientasi ekspor. Dengan begitu, akan membantu pemerintah dalam meningkatkan neraca perdagangan dan ekspor sehingga tidak mengalami defisit. Kami bukan mengimpor sampah, tetapi scrub plastik untuk bahan baku daur ulang,” tegasnya. (*)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Polresta Barelang
Hukrim

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

September 22, 2026
Foto: Polresta Barelang
Hukrim

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

September 22, 2026
Foto: Ilustrasi AI
Kepri

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Ilustrasi AI

    Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Polresta Barelang

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

September 22, 2026
Foto: Polresta Barelang

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

September 22, 2026
Foto: Ilustrasi AI

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026
Foto: Istimewa

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

September 22, 2026
Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In