beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Kamis, September 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Getir Kehidupan Kupu Kupu Malam, “Abang Mau Tak Jadi Suami Adek” ?

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 20, 2019
0

Batam | beritabatam.co : Gemerlap suasana malam kawasan Nagoya kota Batam selalu jadi daya tarik tersendiri para pecinta hiburan malam. Musik, kerlap kerlip lampu, dan tentunya kupu kupu malam seakan jadi sinonim denyut kehidupan disaat sebagian lain tengah terlelap dalam tidur.

baca juga : Kenali Asal Usul Nagoya, Kota Jepang Yang Jadi Sebutan Kawasan Bisnis di Batam

Mawar bukan nama sebenarnya, sudah setahun terakhir ini jadi bagian dari kehidupan gemerlap kota Batam. Mungkin terdengar klasik, tapi himpitan ekonomi keluarga jadi dalih utama, kenapa ia harus melakoni pekerjaan yang dekat dengan para hidung belang tersebut.  

RELATED POSTS

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

Berstatus janda anak satu, tak banyak pilihan baginya untuk dapat meneruskan hidup sebagai orang tua tunggal. Bertahan dan terus berdamai dengan kenyataan hidup mengharuskan Mawar tetap setia menjalani malam malam panjang di tempat hiburan kota Batam.

Janda berusia 27 tahun itu bekerja disalah satu tempat hiburan di bilangan Nagoya kota Batam. tak kurang dari 16 jam sehari semalam, ia harus bekerja agar dapat tetap menafkahi keluarganya.

“Aku ini bapak sekaligus ibu bang, di Batam hanya seorang diri dan tak ada keluarga jadi aku harus bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga”ucapnya lirih.

Meski berat, Mawar mengaku lambat laun, kini ia mulai terbiasa melakoni aktivitasnya. Apalagi sebelumnya, ia cukup berpengalaman bekerja di tempat hiburan di negeri jiran Malaysia.

 “Ya, tiga tahun juga lamanya bang di Malaysia. Setelah terombang ambing cerai dengan pria yang tidak bertanggung jawab. Sama sih dengan disini juga pekerjaannya” ucap Mawar.

Namun ia mengaku, pekerjaan di Batam dirasakan lebih berat dibanding saat berada di Malaysia.

Jam kerja yang panjang jadi alasan utama, ia merasa kelelahan bekerja di Batam. Diakuinya dirinya sedikit nakal sejak di Batam.

“Saya harus kesana kemari mengenal lebih jauh tentang hiburan malam,” imbuhnya.

Menemani tamu saat pulang kerja, terkadang harus dijalaninya. Meski hanya sebatas fun, Mawar mengaku sebenarnya berat juga menjalaninya. Tapi demi tambahan penghasilan, akhirnya ia jalani juga. Anggapan negatif dari orang sekitar pun tidak menjadikan dirinya kecil hati.

“Orang tidak bisa menilai apapun tentang diri saya. Karna tidak mengetahui penyebab saya harus menjalani kehidupan ini. Yang terpenting bagi saya, harus menutupi kebutuhan hidup anak anak yang saat ini ada di kampung,” ucapnya.

“Tidak perlu memikirkan kata orang lain, toh saya juga bukan minta sama orang itu,” katanya dengan santai.

Meski menjalani kehidupan sebagai kupu kupu malam, Mawar berharap suatu saat ia dapat menjalani kehidupan normal seperti pada umumnya. Jauh dilubuk hatinya, Mawar berharap dalam bertemu jodoh di Batam yang akan membawanya terlepas dari kehidupan malam.

“Rindu juga sih dengan kehidupan dengan yang normal, harus masak untuk suami, urus anak dan layani suami, Abang mau tak jadi suami adek,” tanyanya dengan canda.

Adakah yang berminat ? (bb)

 

ShareTweetSend

Related Posts

Batam

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026
Batam

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026
Kepri

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

September 24, 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

September 24, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In