
Batam | beritabatam.co – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan sejumlah program Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial saat bersilaturahmi dengan RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat Kecamatan Galang.
Dalam pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Galang, Kamis (29/10/26), Amsakar menyampaikan bahwa program pemerintah diarahkan untuk memperluas akses pelayanan publik dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
Salah satu program yang disampaikan adalah perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Amsakar, sekitar 23.000 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan melalui program tersebut.
Kelompok penerima perlindungan itu mencakup penambang pancung, pengemudi ojek, ketua RT dan RW, guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta tokoh agama.
“Pemko Batam terus berkomitmen memberikan perhatian nyata kepada masyarakat. Insentif RT dan RW tetap menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelayanan di tingkat masyarakat. Kami juga memberikan dua stel seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP serta mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk perbaikan sekolah, termasuk mengatasi kekurangan ruang kelas,” kata Amsakar.
Di sektor pendidikan, Pemko Batam memberikan dua stel seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk perbaikan fasilitas pendidikan, termasuk penanganan kekurangan ruang kelas.
Selain bantuan perlengkapan sekolah dan perbaikan fasilitas, Pemko Batam juga menyediakan program beasiswa bagi sejumlah anak Batam untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Beberapa perguruan tinggi yang disebut dalam program tersebut antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Batam.
Program pendidikan tersebut juga mendapat perhatian warga Galang. Ketua LPM Kecamatan Galang, Nazaruddin, sebelumnya mengapresiasi beasiswa bagi anak-anak setempat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam.
Ia juga menyambut baik kemudahan pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Camat Galang serta program pelatihan kerja dan seragam sekolah gratis.
Pada sektor ketenagakerjaan, Amsakar menyampaikan bahwa Pemko Batam menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan 30 perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dengan kuota perekrutan yang disebut mencapai 20 persen.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara Pemko Batam, BP Batam, dan masyarakat diperlukan agar program pembangunan berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata, termasuk di wilayah hinterland.
Ia juga mengingatkan para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh atau ikut menyebarkan hoaks dan fitnah. (MCB/Ahmad Nusur)









