
Kepri | beritabatam.co – Perseteruan dan sorotan publik terkait skandal personal antara selebriti Ayu Aulia dengan Bupati Bintan, Roby Kurniawan, kian memanas. Setelah sebelumnya sempat memicu tanda tanya lantaran mengaku pernyataannya hanya halusinasi, Ayu kini secara tegas meralat ucapannya dan menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah fakta.
Sambil berderai air mata dalam wawancara terbaru, Ayu mengungkapkan rasa sakit hati dan traumanya yang mendalam. Ia menepis tudingan warganet yang menduga dirinya sengaja bungkam setelah menerima imbalan atau uang tutup mulut.
“Kenapa aku sekarang masih bersuara? Biar orang mikir, aku tidak ada yang namanya dibungkam-bungkam, tuh nggak ada! Uang yang mana? Nggak ada,” tegas Ayu sambil menyeka air matanya.
Ayu mengaku penyesalan terbesarnya adalah sempat membuat pernyataan bahwa isu tersebut hanyalah halusinasi. Melalui unggahan di media sosialnya, ia membeberkan alasan di balik klarifikasi sebelumnya itu.
“Aku nyesel kemarin bilang halusinasi. Cuma karena kasihan sama dia, ternyata dia gak pernah kasihan sama aku,” tulis Ayu.
Dalam penjelasannya lebih lanjut, Ayu merasa janggal jika dirinya terus-menerus menutupi masalah tersebut hanya karena memikirkan posisi dan kekuasaan sang pejabat daerah.
“Kemarin aku kayak bilang halusinasi, minta maaf apa segala macam, kayak janggal aja. Karena kok aku nutupin dia ya? Mentang-mentang berkuasa, ber-power, bapak lu gubernur, terus lu bupati gitu? Enggak bisa”, ungkapnya geram.
Terkait desakan warganet yang memintanya agar tidak mengganggu mental anak atau keluarga pihak terkait, Ayu justru mempertanyakan keadilan untuk dirinya sendiri.
“Mental anaknya? Mental gue gimana? Yang menentukan masuk neraka atau surga itu Allah SWT, bukan manusia. Yang penting aku sudah ngomong kebenaran,” tuturnya.
Bahkan, jika masalah ini bergulir ke ranah hukum seperti laporan kepolisian atau gugatan UU ITE, Ayu menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala risiko demi memperjuangkan apa yang ia sebut sebagai kebenaran dan keadilan.
“Mau apa? UU ITE kek, undangan surat apa, aku datang. Aku sebagai warga negara Indonesia, aku lebih baik di dalam penjara tapi dengan kebenaranku,” tandas Ayu mantap.
Ayu menambahkan, dirinya kini menuntut hak dan keadilan yang seadil-adilnya di mata hukum dunia dan akhirat, sembari menyindir sikap sang mantan yang dinilainya tetap memilih bungkam di tengah pengakuan publik yang semakin terbuka. (Red)











Discussion about this post