
Batam | beritabatam.co – Nama Basri Lewaimang kini menjadi sorotan utama di Batam. Penangkapan pria yang sempat berstatus Daftar Pencarian Orang [DPO] Bareskrim Polri oleh Interpol di Kuala Lumpur, Malaysia, membuka kembali rekam jejak panjang pengelola tiga tempat hiburan malam ternama Planet 1, 2, dan 3.
Di mata hukum, Basri adalah terduga bandar besar yang disebut memasok puluhan ribu butir ekstasi setiap bulan dan kini terancam pasal Tindak Pidana Pencucian Uang [TPPU]. Namun di akar rumput, pandangannya terbelah.
Jejak Sosial dan Julukan ‘Robinhood’
Ironisnya, di tengah pusaran kasus narkotika, Basri dikenal memiliki rekam jejak sosial yang lekat di sebagian kalangan.
Bagi orang-orang terdekatnya, Basri kerap dipandang sebagai sosok murah hati yang sering memberikan bantuan finansial kepada warga yang membutuhkan.
Narasi itu bahkan memunculkan julukan ‘Robinhood Batam’ di media sosial. Dalam unggahan di grup Facebook Wajah Batam yang viral baru-baru ini, sejumlah warganet terang-terangan membelanya dengan menyebutnya sebagai penolong masyarakat kecil, terlepas dari asal-usul sumber kekayaannya yang dipersoalkan hukum.
Sayangnya, popularitas dan kontroversi di seputar nama Basri justru memicu perdebatan publik. Perdebatan warganet soal penangkapannya berujung pada munculnya komentar bernada rasis yang menyudutkan kelompok masyarakat Indonesia Timur.
Kondisi ini memaksa tokoh masyarakat dari Ikatan Keluarga Maluku [IKMAL] dan Rumpun Melanesia Bersatu [RMB] Kepri turun tangan. Didampingi pendiri RMB Moody Arnold Timisela, Ketua I IKMAL Batam Josef De Fretes resmi melapor ke Satreskrim Polresta Barelang pada Kamis [20/08/2026] untuk mencegah konflik horizontal.
Di luar isu hukum dan gesekan sosial, kejatuhan Basri membawa dampak langsung pada nadi ekonomi malam Batam. Penyegelan THM yang dikelolanya memunculkan kekhawatiran baru. Ancaman PHK dan potens tergerusnya kunjungan wisatawan.
Desakan Ungkap Bos Besar dibalik Bisnis THM Batam
Kini publik menuntut langkah progresif. Penangkapan Basri dinilai bukan akhir, melainkan pintu masuk membongkar jaringan yang lebih masif.
Desakan keras datang dari tokoh agama sekaligus pegiat kemanusiaan Kepri, Romo Paschal. Ia menuntut kepolisian tidak berhenti di level pengelola.
Romo Paschal menegaskan peredaran ekstasi puluhan ribu butir per bulan tidak mungkin dijalankan tunggal tanpa perlindungan kuat. Ia mendesak Bareskrim transparan menelusuri aliran dana hasil kejahatan.
“Publik berhak menuntut transparansi. Jangan sampai perkara ini hanya dikorbankan pada orang-orang tertentu atau berhenti di level pengelola saja. Aparat harus berani membuka siapa ‘bos besar’ atau beking yang sebenarnya selama ini menerima aliran dana dan melindungi rantai bisnis gelap tersebut agar tidak pernah disentuh hukum,” tegas Romo Paschal.
Bola panas kini berada di tangan kepolisian. Masyarakat Batam menanti apakah kasus ini akan berhenti pada sosok kontroversial Basri semata, atau berhasil menyeret sang bos besar keluar dari bayang-bayang. (Red)


![Pelarian Basri Lewaimang, Daftar Pencarian Orang [DPO] terduga bandar narkoba sekaligus pengelola sejumlah tempat hiburan malam di Batam, akhirnya kandas. Ia resmi tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis [20/08/2026]
Foto: Bareskrim Polri](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2922-350x250.jpg)
![Ketua I Ikatan Keluarga Maluku [IKMAL] Kota Batam, Josef De Fretes didampingi tokoh masyarakat Indonesia Timur, Moody Arnold Timisela, Lapor Polisi terkait Komentar bernada SARA di Sosial Media. [20/08/26]
Foto: Batampos](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2919.jpg)






![Pelarian Basri Lewaimang, Daftar Pencarian Orang [DPO] terduga bandar narkoba sekaligus pengelola sejumlah tempat hiburan malam di Batam, akhirnya kandas. Ia resmi tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis [20/08/2026]
Foto: Bareskrim Polri](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2922-120x86.jpg)
![Ketua I Ikatan Keluarga Maluku [IKMAL] Kota Batam, Josef De Fretes didampingi tokoh masyarakat Indonesia Timur, Moody Arnold Timisela, Lapor Polisi terkait Komentar bernada SARA di Sosial Media. [20/08/26]
Foto: Batampos](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2919-120x86.jpg)

Discussion about this post