beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Kamis, November 5, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Utama

Menyorot Celah FTZ di Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau: Bea Cukai Batam Tegaskan Pengawasan Berbasis Manajemen Risiko

Berita Batam by Berita Batam
Oktober 5, 2026
0
Foto Ilustrasi: AI

Foto Ilustrasi: AI

RELATED POSTS

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

Penyadapan Menyasar Presiden, Ketua LBH Laskar Merah Putih: Makar Digital di Jantung Istana

Batam | beritabatam.co –  Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau belakangan menjadi sorotan terkait potensi kebocoran barang-barang yang mendapatkan fasilitas bebas pajak atau cukai (FTZ). Terdapat kekhawatiran bahwa barang-barang tersebut keluar ke wilayah pabean lain secara ilegal melalui aktivitas bongkar muat tanpa dokumen resmi. Merespons temuan lapangan ini, pihak Bea Cukai Batam memberikan konfirmasi resmi mengenai mekanisme pengawasan dan batasan wewenang mereka di kawasan tersebut.

Pihak Bea Cukai Batam menegaskan bahwa Pelabuhan Rakyat Tanjung Riau dan area sekitarnya tidak berstatus sebagai Kawasan Pabean yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pengawasan di lokasi tersebut dilakukan berdasarkan sistem manajemen risiko. Dalam keterangan resminya, otoritas kepabeanan menyatakan langkah yang diambil meliputi pengumpulan dan pengolahan informasi, patroli rutin di darat maupun laut, hingga operasi khusus bersinergi dengan instansi berwenang dan masyarakat setempat.

Terkait fakta lapangan bahwa tidak ada pemeriksaan fisik dan kesesuaian dokumen oleh petugas Bea Cukai saat aktivitas bongkar muat berlangsung di Tanjung Riau, pihak Bea Cukai merujuk pada regulasi hukum. Mereka menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang Bea Cukai diatur oleh ketentuan undang-undang yang mencakup batasan serta pengecualian. Karena wilayah tersebut bukan Kawasan Pabean, penempatan petugas fisik digantikan dengan pengawasan sistem manajemen risiko yang mengandalkan pemetaan.

Mengenai dugaan penyelundupan yang tengah berlangsung, Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan informasi dari masyarakat. Pihak Bea Cukai menyatakan saat ini penelusuran tengah dilakukan. Meski demikian, otoritas tersebut menekankan bahwa penindakan membutuhkan deteksi yang matang, pengumpulan intelijen lanjutan, dan pemetaan risiko yang terukur agar penindakan nantinya bisa efektif dan tepat sasaran.

Menyoal potensi kerugian negara akibat lolosnya barang FTZ tanpa dokumen dari pelabuhan rakyat ini, pihak Bea Cukai Batam menyatakan hingga saat ini angka kebocorannya belum dapat diperkirakan. Namun, pihak Bea Cukai menjamin apabila nantinya terdeteksi dan terbukti terdapat pelanggaran yang merugikan keuangan negara, tindakan tegas akan segera dieksekusi.

Sebagai bentuk komitmen penegakan hukum, Bea Cukai Batam memperingatkan seluruh pihak—baik pemilik barang, pengelola kapal, maupun oknum yang terlibat—yang berani memfasilitasi pelarian barang FTZ secara ilegal. Pihak Bea Cukai menegaskan bahwa atas setiap pelanggaran yang terbukti, mereka akan melakukan penindakan, pendalaman kasus, dan menjatuhkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. (Tim)

ShareTweetSend

Related Posts

Hukrim

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026
Kepri

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

November 4, 2026
Foto: PG
Batam

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

November 4, 2026

Popular Stories

  • DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyadapan Menyasar Presiden, Ketua LBH Laskar Merah Putih: Makar Digital di Jantung Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

November 4, 2026
Foto: PG

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

November 4, 2026
H. Ade Erfil Manurung, S.H. Ketua LBH Laskar Merah Putih
Foto: Ben

Penyadapan Menyasar Presiden, Ketua LBH Laskar Merah Putih: Makar Digital di Jantung Istana

November 4, 2026
Menko Kumham Imipas, Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers, Selasa (03/11/26).
Foto: Istimewa

Tiga Pati Polri Ditahan Terkait Penyadapan Ilegal, Menko Kumham Imipas Pastikan Tak Ada Indikasi Makar

November 4, 2026
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In