beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Kamis, September 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Rumah Tenun Pulau Ngenang, Mimpi Marlin Yang Terwujud

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 21, 2020
0
Foto : MCB

Foto : MCB

Batam | beritabatam.co : Rumah Tenun Pulau Ngenang merupakan mimpi Marlin yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.

“Tadinya mesin di rumah ibu-ibu ini. Tapi saya lihat kasihan, rumah jadi sempit karena alat tenunnya cukup besar. Lalu saya bilang ke Kabid Perindustrian (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bagaimana kalau kita cari dana untuk buat satu bangunan. Jadi alatnya bisa diletak di satu tempat dan terkumpul. Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Bank Mandiri. Dan hari ini kita akan meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang ini. Saya senang sekali,” tutur Ketua Dekranasda Kota Batam tersebut.

RELATED POSTS

Sempat Mengaku Jadi Korban Curas, RS (40) Klarifikasi Luka akibat Percobaan Bunuh Diri

Babinsa Koramil 06/Senayang Imbau Warga Penaah Utamakan Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas

Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Tanjung Sengkuang Apresiasi BP Batam

Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

Marlin menceritakan ide awal pengembangan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Kala itu Marlin menghadiri Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Ketua Dekranas Pusat ketika itu, Mufidah Jusuf Kalla berpesan agar di tiap daerah harus ada produk tenun songketnya.

“Saat kembali, saya tanya adakah alat kita. Katanya ada lima, tapi tidak bergerak. Lalu saat safari Ramadan ke Ngenang, saya datang dan lihat langsung alatnya. Ketika itu saya juga melihat kondisi pulaunya. Dan saya langsung terpikir, ini tempatnya potensial sekali kalau dikembangkan jadi kampung wisata. Alhamdulillah ibu-ibunya juga bersedia kita bina. Kita panggil pelatih datang ke sini untuk memberi pelatihan menenun ke ibu-ibu,” cerita Marlin.

Di awal pelatihan, hanya lima orang yang tertarik. Setelah berjalannya waktu, kini Ngenang sudah punya 15 orang penenun. Tak hanya ibu-ibu, kegiatan membuat kain songket ini juga mulai merambah ke para pria.

Motif yang diaplikasikan ke tenunnya pun jadi semakin beragam. Sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan. Juga ada motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.

“Alatnya juga bertambah. Awalnya kita punya lima. Lalu kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh mesin. Dan sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi bapak ibu pesan saya satu. Tolong kaderisasi. Ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi,” ujar istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini.

Tak berhenti di pelatihan menenun, Marlin juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Ngenang sebagai Kampung Wisata.

Melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam, jalan di Ngenang kini sudah lebih bagus. Pantai di pulau tersebut juga sudah dibersihkan lewat kegiatan gotong royong.

Dan ke depan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Marlin akan mengupayakan CSR untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.

“Biarkan semula jadi, natural saja. Cukup dibersihkan. Jadi wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang,” papar Marlin menceritakan cita-citanya.

Kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI yang hadir di sore itu, Marlin meminta bantuannya untuk promosikan tenun Ngenang ini.

“Ini akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam. Tolong promosikan kami. Karena ini dari tidak ada sampai seperti ini perjuangannya luar biasa. Hasil tenun Ngenang ini juga sudah ada yang dibawa ke Jerman, Australia. Pesanan dari Singapura juga sudah masuk, tapi karena covid belum bisa datang orangnya. Di sini juga ada IKM Batik Ngenang Mandiri. Di kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak Ibu perwakilan bank yang sudah membantu CSR-nya untuk pengembangan tenun dan batik di Ngenang,” pungkasnya.

Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah.

Media Center Batam – Marlin Agustina Rudi begitu semringah ketika menapakkan kakinya di pelabuhan Pulau Ngenang, Rabu (19/8) sore. Ia tampak bergegas menuju motor yang telah disiapkan untuk membawanya ke Rumah Tenun Pulau Ngenang.

Rumah tenun ini merupakan mimpi Marlin yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.

“Tadinya mesin di rumah ibu-ibu ini. Tapi saya lihat kasihan, rumah jadi sempit karena alat tenunnya cukup besar. Lalu saya bilang ke Kabid Perindustrian (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bagaimana kalau kita cari dana untuk buat satu bangunan. Jadi alatnya bisa diletak di satu tempat dan terkumpul. Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Bank Mandiri. Dan hari ini kita akan meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang ini. Saya senang sekali,” tutur Ketua Dekranasda Kota Batam tersebut.

Marlin menceritakan ide awal pengembangan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Kala itu Marlin menghadiri Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Ketua Dekranas Pusat ketika itu, Mufidah Jusuf Kalla berpesan agar di tiap daerah harus ada produk tenun songketnya.

“Saat kembali, saya tanya adakah alat kita. Katanya ada lima, tapi tidak bergerak. Lalu saat safari Ramadan ke Ngenang, saya datang dan lihat langsung alatnya. Ketika itu saya juga melihat kondisi pulaunya. Dan saya langsung terpikir, ini tempatnya potensial sekali kalau dikembangkan jadi kampung wisata. Alhamdulillah ibu-ibunya juga bersedia kita bina. Kita panggil pelatih datang ke sini untuk memberi pelatihan menenun ke ibu-ibu,” cerita Marlin.

Di awal pelatihan, hanya lima orang yang tertarik. Setelah berjalannya waktu, kini Ngenang sudah punya 15 orang penenun. Tak hanya ibu-ibu, kegiatan membuat kain songket ini juga mulai merambah ke para pria.

Motif yang diaplikasikan ke tenunnya pun jadi semakin beragam. Sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan. Juga ada motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.

“Alatnya juga bertambah. Awalnya kita punya lima. Lalu kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh mesin. Dan sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi bapak ibu pesan saya satu. Tolong kaderisasi. Ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi,” ujar istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini.

Tak berhenti di pelatihan menenun, Marlin juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Ngenang sebagai Kampung Wisata.

Melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam, jalan di Ngenang kini sudah lebih bagus. Pantai di pulau tersebut juga sudah dibersihkan lewat kegiatan gotong royong.

Dan ke depan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Marlin akan mengupayakan CSR untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.

“Biarkan semula jadi, natural saja. Cukup dibersihkan. Jadi wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang,” papar Marlin menceritakan cita-citanya.

Kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI yang hadir di sore itu, Marlin meminta bantuannya untuk promosikan tenun Ngenang ini.

“Ini akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam. Tolong promosikan kami. Karena ini dari tidak ada sampai seperti ini perjuangannya luar biasa. Hasil tenun Ngenang ini juga sudah ada yang dibawa ke Jerman, Australia. Pesanan dari Singapura juga sudah masuk, tapi karena covid belum bisa datang orangnya. Di sini juga ada IKM Batik Ngenang Mandiri. Di kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak Ibu perwakilan bank yang sudah membantu CSR-nya untuk pengembangan tenun dan batik di Ngenang,” pungkasnya.

Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah. (MCB)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Polresta Barelang
Batam

Sempat Mengaku Jadi Korban Curas, RS (40) Klarifikasi Luka akibat Percobaan Bunuh Diri

September 23, 2026
Kepri

Babinsa Koramil 06/Senayang Imbau Warga Penaah Utamakan Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas

September 23, 2026
Batam

Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Tanjung Sengkuang Apresiasi BP Batam

September 23, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Tanjung Sengkuang Apresiasi BP Batam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babinsa Koramil 06/Senayang Imbau Warga Penaah Utamakan Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Polresta Barelang

Sempat Mengaku Jadi Korban Curas, RS (40) Klarifikasi Luka akibat Percobaan Bunuh Diri

September 23, 2026

Babinsa Koramil 06/Senayang Imbau Warga Penaah Utamakan Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas

September 23, 2026

Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Tanjung Sengkuang Apresiasi BP Batam

September 23, 2026

Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

September 23, 2026

Transformasi Bandara Hang Nadim Batam: Dari Dinding Tripleks ke Layanan Digital Internasional

September 23, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In