
Batam | beritabatam.co : Wacana penutupan akses jalan melalui kawasan Jembatan Sei Ladi masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Namun, Amsakar Achmad menegaskan bahwa rencana tersebut belum masuk dalam agenda pembahasan pemerintah.
Menurut Amsakar, saat ini pemerintah lebih memprioritaskan penyelesaian proyek pelebaran jalan di ruas Jalan Gajah Mada, khususnya dari Simpang Laluan Madani hingga Fly Over Sei Ladi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Kota Batam.
“Untuk penutupan jalan lewat Jembatan Sei Ladi, itu belum dibahas. Saat ini yang berjalan adalah pelebaran jalan. Biarkan tim teknis yang nanti menilai dan memberikan rekomendasi,” ujarnya, Rabu (18/3/26).
Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Selama ini, arus kendaraan dari Sekupang menuju Batam Centre pada pagi hari, serta sebaliknya saat jam pulang kerja, kerap mengalami kemacetan. Kondisi ini dinilai tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia.
Sebagai solusi, ruas jalan tersebut akan dikembangkan menjadi dua jalur dengan total enam lajur, masing-masing tiga lajur di setiap arah. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan arus kendaraan menjadi lebih lancar dan waktu tempuh masyarakat dapat dipangkas.
Proyek pelebaran jalan ini digarap oleh BP Batam dengan nilai anggaran mencapai Rp137 miliar. Pengerjaan dimulai sejak 30 Desember 2025 dan ditargetkan rampung dalam 390 hari kalender.
Pantauan di lapangan, aktivitas proyek telah berjalan aktif. Sejumlah alat berat tampak meratakan bukit di sepanjang ruas jalan, sementara truk pengangkut material terus beroperasi untuk mempercepat pengerjaan.
Ruas yang diperlebar memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer, membentang dari Fly Over Sei Ladi hingga Simpang Laluan Madani.
Kemacetan di kawasan ini selama ini dipicu oleh pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah. Selain dari Sekupang, kendaraan juga datang dari kawasan Baloi menuju Laluan Madani. Ditambah lagi aktivitas sekolah di sekitar Fly Over Sei Ladi yang memperparah kondisi lalu lintas pada pagi hari.
Seorang warga Batuaji, Benaya, mengatakan kemacetan terjadi akibat ketidakseimbangan jumlah lajur kendaraan.
“Dari arah Sekupang saja ada lima lajur kendaraan masuk, ditambah dua lajur dari Baloi. Tapi jalan keluarnya hanya dua lajur. Itu yang bikin macet terus,” ujarnya.
Ia berharap proyek pelebaran ini benar-benar menjadi solusi. Menurutnya, meski titik kemacetan tidak terlalu panjang, kondisi padat bisa membuat waktu tempuh bertambah hingga 20 menit. (Jam-Bang)













Discussion about this post