beritabatam.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
PRICING
SUBSCRIBE
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Rumah Tenun Pulau Ngenang, Mimpi Marlin Yang Terwujud

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 21, 2020
0
Foto : MCB

Foto : MCB

Batam | beritabatam.co : Rumah Tenun Pulau Ngenang merupakan mimpi Marlin yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.

“Tadinya mesin di rumah ibu-ibu ini. Tapi saya lihat kasihan, rumah jadi sempit karena alat tenunnya cukup besar. Lalu saya bilang ke Kabid Perindustrian (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bagaimana kalau kita cari dana untuk buat satu bangunan. Jadi alatnya bisa diletak di satu tempat dan terkumpul. Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Bank Mandiri. Dan hari ini kita akan meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang ini. Saya senang sekali,” tutur Ketua Dekranasda Kota Batam tersebut.

Marlin menceritakan ide awal pengembangan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Kala itu Marlin menghadiri Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Ketua Dekranas Pusat ketika itu, Mufidah Jusuf Kalla berpesan agar di tiap daerah harus ada produk tenun songketnya.

“Saat kembali, saya tanya adakah alat kita. Katanya ada lima, tapi tidak bergerak. Lalu saat safari Ramadan ke Ngenang, saya datang dan lihat langsung alatnya. Ketika itu saya juga melihat kondisi pulaunya. Dan saya langsung terpikir, ini tempatnya potensial sekali kalau dikembangkan jadi kampung wisata. Alhamdulillah ibu-ibunya juga bersedia kita bina. Kita panggil pelatih datang ke sini untuk memberi pelatihan menenun ke ibu-ibu,” cerita Marlin.

Di awal pelatihan, hanya lima orang yang tertarik. Setelah berjalannya waktu, kini Ngenang sudah punya 15 orang penenun. Tak hanya ibu-ibu, kegiatan membuat kain songket ini juga mulai merambah ke para pria.

Motif yang diaplikasikan ke tenunnya pun jadi semakin beragam. Sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan. Juga ada motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.

“Alatnya juga bertambah. Awalnya kita punya lima. Lalu kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh mesin. Dan sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi bapak ibu pesan saya satu. Tolong kaderisasi. Ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi,” ujar istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini.

Tak berhenti di pelatihan menenun, Marlin juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Ngenang sebagai Kampung Wisata.

Melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam, jalan di Ngenang kini sudah lebih bagus. Pantai di pulau tersebut juga sudah dibersihkan lewat kegiatan gotong royong.

Dan ke depan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Marlin akan mengupayakan CSR untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.

“Biarkan semula jadi, natural saja. Cukup dibersihkan. Jadi wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang,” papar Marlin menceritakan cita-citanya.

Kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI yang hadir di sore itu, Marlin meminta bantuannya untuk promosikan tenun Ngenang ini.

“Ini akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam. Tolong promosikan kami. Karena ini dari tidak ada sampai seperti ini perjuangannya luar biasa. Hasil tenun Ngenang ini juga sudah ada yang dibawa ke Jerman, Australia. Pesanan dari Singapura juga sudah masuk, tapi karena covid belum bisa datang orangnya. Di sini juga ada IKM Batik Ngenang Mandiri. Di kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak Ibu perwakilan bank yang sudah membantu CSR-nya untuk pengembangan tenun dan batik di Ngenang,” pungkasnya.

Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah.

Media Center Batam – Marlin Agustina Rudi begitu semringah ketika menapakkan kakinya di pelabuhan Pulau Ngenang, Rabu (19/8) sore. Ia tampak bergegas menuju motor yang telah disiapkan untuk membawanya ke Rumah Tenun Pulau Ngenang.

Rumah tenun ini merupakan mimpi Marlin yang berwujud nyata. Berkat bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri, masyarakat Ngenang yang sedang menekuni dunia tenun jadi memiliki satu tempat pembuatan khusus.

“Tadinya mesin di rumah ibu-ibu ini. Tapi saya lihat kasihan, rumah jadi sempit karena alat tenunnya cukup besar. Lalu saya bilang ke Kabid Perindustrian (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), bagaimana kalau kita cari dana untuk buat satu bangunan. Jadi alatnya bisa diletak di satu tempat dan terkumpul. Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Bank Mandiri. Dan hari ini kita akan meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang ini. Saya senang sekali,” tutur Ketua Dekranasda Kota Batam tersebut.

Marlin menceritakan ide awal pengembangan Pulau Ngenang sebagai sentra tenun Kota Batam ini muncul sekitar tiga tahun lalu. Kala itu Marlin menghadiri Musyawarah Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Ketua Dekranas Pusat ketika itu, Mufidah Jusuf Kalla berpesan agar di tiap daerah harus ada produk tenun songketnya.

“Saat kembali, saya tanya adakah alat kita. Katanya ada lima, tapi tidak bergerak. Lalu saat safari Ramadan ke Ngenang, saya datang dan lihat langsung alatnya. Ketika itu saya juga melihat kondisi pulaunya. Dan saya langsung terpikir, ini tempatnya potensial sekali kalau dikembangkan jadi kampung wisata. Alhamdulillah ibu-ibunya juga bersedia kita bina. Kita panggil pelatih datang ke sini untuk memberi pelatihan menenun ke ibu-ibu,” cerita Marlin.

Di awal pelatihan, hanya lima orang yang tertarik. Setelah berjalannya waktu, kini Ngenang sudah punya 15 orang penenun. Tak hanya ibu-ibu, kegiatan membuat kain songket ini juga mulai merambah ke para pria.

Motif yang diaplikasikan ke tenunnya pun jadi semakin beragam. Sebelumnya hanya bergambar bunga dan dedaunan. Kini mulai dihiasi hewan-hewanan seperti burung dan ikan. Juga ada motif tanjak dan sampan yang mengangkat kearifan lokal.

“Alatnya juga bertambah. Awalnya kita punya lima. Lalu kita ajukan ke Kementerian, dapat kucuran tujuh mesin. Dan sekarang sudah punya tempat sendiri. Saya sangat berbangga. Tapi bapak ibu pesan saya satu. Tolong kaderisasi. Ajarkan juga ke yang muda-muda, ke anak sekolah. Nanti kalau sudah semakin ramai, bisa kita minta alat lagi,” ujar istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ini.

Tak berhenti di pelatihan menenun, Marlin juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk mengembangkan Ngenang sebagai Kampung Wisata.

Melalui program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) Pemerintah Kota Batam, jalan di Ngenang kini sudah lebih bagus. Pantai di pulau tersebut juga sudah dibersihkan lewat kegiatan gotong royong.

Dan ke depan warga setempat juga akan diberi pelatihan home stay. Marlin akan mengupayakan CSR untuk mengecat rumah warga tanpa mengubah kondisi aslinya. Lingkungan sekitar termasuk pohon-pohon tetap akan dijaga kealamiannya.

“Biarkan semula jadi, natural saja. Cukup dibersihkan. Jadi wisatawan datang ke sini bisa menginap di rumah warga. Merasakan langsung suasana asli di sini. Makanan pun tak boleh masuk dari luar, harus masakan warga setempat. Sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak. Transportasi hidup, kuliner hidup, UKM hidup. Dan tenun menjadi identitasnya. Kalau ingat tenun, ingat Ngenang,” papar Marlin menceritakan cita-citanya.

Kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Riau Kepri, dan Bank BRI yang hadir di sore itu, Marlin meminta bantuannya untuk promosikan tenun Ngenang ini.

“Ini akan kami jadikan contoh kampung wisata di Batam. Tolong promosikan kami. Karena ini dari tidak ada sampai seperti ini perjuangannya luar biasa. Hasil tenun Ngenang ini juga sudah ada yang dibawa ke Jerman, Australia. Pesanan dari Singapura juga sudah masuk, tapi karena covid belum bisa datang orangnya. Di sini juga ada IKM Batik Ngenang Mandiri. Di kesempatan ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak Ibu perwakilan bank yang sudah membantu CSR-nya untuk pengembangan tenun dan batik di Ngenang,” pungkasnya.

Usai meresmikan Rumah Tenun Ngenang dan membuka pelatihan tenun lanjutan, Marlin beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke IKM Batik Ngenang Mandiri. Industri kecil menengah ini juga sudah memproduksi batik dengan motif ciri khas lokal. Saat ini IKM Batik Ngenang Mandiri sudah mendapat pesanan untuk seragam sekolah. (MCB)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Istimewa
Nasional

Polri Keluarkan Aturan Optimalkan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Melalui ETLE

Mei 19, 2023
Dukung Peningkatan Sektor Pariwisata, Muhammad Rudi Terima Penghargaan Indonesia Visioner Leader
Foto: BP Batam
Batam

Dukung Pariwisata, Muhammad Rudi Terima Penghargaan Indonesia Visioner Leader

Mei 19, 2023
BP Batam Tanggapi Keluhan Pemadaman Listrik di Kawasan Industri
Foto: BP Batam
Batam

BP Batam Tanggapi Keluhan Pemadaman Listrik di Kawasan Industri

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Muhammad Rudi Apresiasi Dukungan Masyarakat Dalam Pembangunan Kota Batam

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Bahas Tata Kelola Lahan dan Limbah, BP Batam Terima Kunjungan Studi Banding PPK Kemayoran

Mei 19, 2023
Foto: BP Batam
Batam

Muhammad Rudi Berbagi Pengalaman Kepemimpinan

Mei 17, 2023

Discussion about this post

Popular Stories

  • 1251 Warga Binaan Lapas Batam Jalani Vaksin Dosis Pertama 
Foto : MIB

    1251 Warga Binaan Lapas Batam Jalani Vaksin Dosis Pertama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerjaan Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah II Sudah 75 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cukai Harus Menyasar Plastik Industri Yang Lama Terurai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) nasional yang digelasr secara daring, Kamis (26/03/26).
Foto: MCB

Jawab Keterbatasan Anggaran, Pemko Batam Optimalisasi Skema Pembiayaan Inovatif

Maret 30, 2026
Hari pertama masuk kerja pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad langsung meninjau penataan taman dan pembangunan infrastruktur di sejumlah titik, Rabu (25/03/26).
Foto: MCB

Cek Progres, Amsakar Ahmad Tinjau Penataan Taman dan Pembangunan Infrastruktur

Maret 26, 2026
Lebaran usai, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai kembali bekerja pada Rabu (25/03/26)
Foto: MCB

Lebaran Usai, ASN Pemko Batam Kembali Bekerja Dengan Skema WFA

Maret 26, 2026
Kebakaran terjadi di Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang, pada Minggu (22/03/26), yang menghanguskan area hutan di sekitar pelantar dan dekat permukiman.
Foto: Istimewa

Hutan Pulau Manis Terbakar, Proyek Funtasy Island Yang Mangkrak

Maret 24, 2026
Terminal Pelabuhan Bintang 99 Persada,Batu Ampar, Kota Batam Senin (23/3/26) (Foto: Jamaludin)

Belum Ramai Hari Ini, Pelni Sebut Puncak Arus Balik Terjadi Senin Depan

Maret 23, 2026
April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Twitter Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
  • World
  • Opinion
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version