
Batam | beritabatam.co : Pegawai/ Karyawan dan mantan Karyawan kompak menolak rencana Pemerintah Pusat terkait Ex-Officio yang mana Badan Pengusahaan (BP) Batam di Jabat oleh Walikota Batam.
Bentuk penolakan itu diwarnai dengan pembubuhan tanda tangan diatas spanduk putih dengan sepanjang 200 meter.
Ratusan Karyawan dan Direktorat Pengamanan ( Ditpam) BP Batam terlihat secara bergantian dengan membubuhkan tanda tangan sebagai aspirasi penolakan BP Batam atas Wacana Ex- Officio.
Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Topan mengatakan teman-teman hanya menyampaian aspirasi terkait Ex Officio, yang mana Walikota Batam merangkap jabatan Kepala BP Batam, untuk itu agar Pemerintah pusat dapat mengkaji ulang.
“Intinya bukan hanya untuk BP Batam, tapi untuk Batam itu sendiri. Dan kita juga mendapat masukan dari Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, bahwa Batam itu harus kembali ke semula/back to Basic. Mudah-mudahan Pemerintah pusat dapat mengkaji lagi sebelum diputuskan, kegiatan ini sampai kapan akan kita lakukan sampai didengar pusat khususnya Bapak Presiden,” terangnya.
Sementara, Pria Pensiunan BP Batam yang juga Sekretaris LSM Suara Rakyat Keadilan, Supratono menilai Wacana Ex-Officio dengan dirangkapnya jabatan BP Batam oleh Walikota Batam adalah penyesatan yang harus diluruskan.
Pria yang akrab dipanggil Pak Kabul ini menjelaskan pemerintah harus mengembalikan BP Batam ke awal yakni Otorita Batam atau jika memang ada ambisi Walikota Batam untuk memimpin BP Batam,
“Walikota itu harus mundur dari Jabatannya, tidak bisa sekaligus pimpin dua Institusi dengan pengelola anggaran yang berbeda,” tutupnya. (Ben)














Discussion about this post