Batam | beritabatam.co – Seteru antara Andi Morena alias Andihar dengan sejumlah akun di media sosial memasuki terus berlanjut. Setelah menempuh jalur hukum atas tuduhan pencemaran nama baik, pihak Andi justru mendapat serangan balik berupa rangkaian unggahan investigasi versi netizen yang kembali menyeret namanya dalam sejumlah isu.
Sebelumnya, Andi Morena diketahui mendatangi Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri pada Minggu 2 Agustus 2026. Kedatangan itu untuk melaporkan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial setelah namanya dikaitkan dengan isu jaringan narkotika.
Tim kuasa hukum Andi, Fadlan dan Citra Irwan Simbolon, menegaskan laporan tersebut merupakan delik aduan yang sah. Pihaknya membantah keras seluruh tudingan yang menyebut kliennya terlibat jaringan narkoba dan menilai narasi yang beredar adalah hoaks. Mereka juga mengimbau publik untuk lebih bijak bermedia sosial dan menyatakan akan menindaklanjuti secara hukum pihak-pihak yang terus menyebarkan informasi yang dianggap tidak benar.
Namun langkah hukum tersebut tidak meredam gelombang unggahan dari sejumlah akun. Akun-akun seperti @badanperwakilanetizen2 dan @badanperwakilanetizen justru semakin masif mempublikasikan klaim versi mereka sebagai bentuk kontra narasi.
Dalam unggahannya, netizen menyoroti pemberitaan penggerebekan pabrik narkoba cair oleh BNN di sebuah ruko yang disebut milik inisial AHr yang mereka klaim identik dengan Andihar. Mereka juga mengaitkan foto mobil Alphard yang disita dengan sebuah perusahaan properti yang mereka narasikan milik Andihar. Hingga berita ini diturunkan, seluruh klaim tersebut masih berupa tudingan versi netizen dan belum ada pernyataan resmi dari BNN maupun aparat penegak hukum yang menguatkan keterkaitan tersebut.
Tidak berhenti di isu narkoba, netizen juga membuka kembali isu lama. Mereka mengunggah ulang berita dari media lokal pada 31 Agustus 2023 tentang penggerebekan kantor yang diduga terkait romance scam di kawasan industri di Batam, serta menarasikan adanya dugaan cabang di kawasan industri di Jawa Tengah lengkap dengan foto ruko dan alamat yang mereka sebutkan sendiri. Netizen juga mengunggah foto kebersamaan yang mereka klaim sebagai kaitan dengan seorang buronan internasional serta tangkapan layar DM peringatan dari pihak yang mengatasnamakan perusahaan tertentu.
Puncaknya, sejumlah akun melayangkan seruan terbuka kepada Bareskrim Polri untuk turun tangan dan menantang laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan pihak Andi Morena.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih berada dalam penanganan Polda Kepri. Di satu sisi ada laporan resmi pencemaran nama baik dari Andi Morena yang membantah seluruh tuduhan, di sisi lain ada tekanan publik dari netizen yang menuntut transparansi dan pembuktian terbuka.
Situasi ini menjadikan media sosial sebagai arena pertarungan narasi antara klaim hukum dan investigasi versi warganet. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja secara transparan, profesional, dan tuntas agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Baik untuk membersihkan nama Andi Morena jika terbukti tidak terlibat, maupun untuk menindak tegas jika ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan kejahatan yang dituduhkan.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak BNN, Bareskrim Polri, dan Polda Kepri untuk konfirmasi lanjutan terkait perkembangan laporan dan seluruh tudingan yang beredar, serta membuka ruang hak jawab bagi semua pihak sesuai Undang-Undang Pers. (STB)













Discussion about this post