
Batam | beritabatam.co : Lahan tempat pemakaman umum (TPU) Seitemiang terpantau semakin menipis. Lahan pemakaman untuk masyarakat Muslim hanya tersisa dua petak saja. Sisa lahan ini diperkirakan hanya cukup untuk satu bulan kedepan.
Sebagaimana disampaikan Pengelola TPU Seitemiang, Sekretaris Yayasan Khairul Umma Zailani.
Pihaknya mengaku kebingungan dengan semakin sedikitnya lahan pemakaman tersebut. Apalagi sampai saat ini, belum ada alokasi lahan pengganti dari Badan Pengusahaan (BP) ataupun Pemko Batam.
“Bingung kami sekarang. Ada lahan rawa-rawa di belakang dekat makam Covid-19, luasnya sekitar satu hektare, tapi itu butuh anggaran untuk menimbunnya. Cuma kendalanya di anggaran. Butuh biaya banyak,” ujar sekretaris yayasan Khairul Umma Zailani, selaku pengelola pemakaman Muslim di TPU Seitemiang, Selasa (31/08/21).
Lahan pemakaman masyarakat muslim yang digunakan saat ini adalah lahan tambahan di pinggir jalan Ahmad Dahlan. Lahan tersebut luas awalnya sekitar 400 meter persegi namun sebagian besar sudah terisi karena jumlah jenazah untuk pemakaman umum cukup banyak. Rata-rata jenazah pemakaman umum dimakamkan lima sampai sepuluh jenazah perhari.
Krisis lahan pemakaman sebenarnya sudah lama terjadi, namun belum ada alokasi lahan pengganti. Krisis lahan ini terjadi menyeluruh ke semua pengelolah pemakaman di TPU Seitemiang. Mereka berharap Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam segera mengalokasikan lahan pengganti sebagai solusi jangka panjang. (MIB)














Discussion about this post