
Batam | beritabatam.co : Pandemi Covid-19 mengubah hidup kita semua. Hampir dua tahun sudah virus Corona melanda Indonesia, sejak awal tahun 2020. Pendemi Covid-19 banyak berdampak bagi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali banyak warga yang dirumahkan hingga mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Seperti yang dialami Maria (bukan nama sebenarnya) terpaksa dirumahkan dari tempat kerjanya sebagai terapis di salah satu panti pijat di kawasan Nagoya pada pertengahan tahun 2020 lalu. Sebagai dampak kebijakan jaga jarak atau sosial distancing hingga penutupan tempat pijat terkait pendemi virus Corona.
Tapi hidup harus terus berlanjut. Tak lagi bekerja sebagai terapis, Maria pun harus memutar otak agar dapat tetap bertahan di masa pandemi. Bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk keluarga yang menjadi tanggungannya selama ini.
Single parent, dengan tanggungan dua anak membuat dirinya tak banyak pilihan. Apapun dilakoninya untuk segera dapat mendapat uang demi kebutuhan diri dan dua buah hati.
Dan Maria pun banting setir jadi pekerja seks komersial (PSK). Wanita berusia 31 tahun itu menjalani profesi barunya di bilangan Batuaji, kota Batam. Maria mengaku tak punya keahlian lain, selain menjadi terapis.
“Sejak diberhentikan dari pekerja terapis, sempat jadi tukang pijit dari rumah ke rumah. Tapi jarang yang pesan, meski sudah menyebarkan brosur. Makanya terpaksa seperti ini,” ucap Maria lirih, Senin (30/08/21).
Tapi bukan berarti persoalan Maria selesai. Menjadi PSK yang mangkal di kawasan Mitra Mall, Batu Aji, tentu bukan hal legal dan diperbolehkan. Satu malam saat menyambangi tempat Maria ‘beroperasi’. Ia tampak beberapa kali melambaikan tangan ke setiap pengendara motor yang melintas. Tapi tak tak satupun yang mampir menggunakan jasanya.
Sementara dilain waktu, tak jarang Maria harus tetap waspada agar tidak terjaring razia aparat.
“Satu malam bisa dapat dua pelanggan sudah bersyukur,” tambahnya.
Ia berharap pendemi Covid-19 segera berakhir, dan bisa kembali mencari nafkah secara halal sebagai seorang terapis pijat.
“Sekarang harus pandai-pandai menyisihkan uang. Artinya lebih menghargai uang, karena jaman sekarang sangat sulit,” curhat Maria. (MIB)














Discussion about this post