
Batam | beritabatam.co : Proses belajar mengajar dunia pendidikan kembali mulai digelar pasca penerapan new normal ditengah pandemi Covid-19. Termasuk juga di Pondok pesantren (Ponpes) Tahfizh Wal Lughoh Ruhul Qur’an.
Ponpes yang berlokasi di Baloi Permai kecamatan kota Batam kepulauan Riau ini berdiri sejak tahun 2014. Dan bermula 13 Juli 2020 membuka kembali aktivitas belajar mengajar para santri lama maupun santri baru sesuai dengan kesepakatan dari Kementerian Agama.
Para santri kembali ke pondok pesantren sejak 13 Juli lalu setelah libur panjang di masa pandemi covid-19, namun untuk aktifitas belajar akan baru di lakukan di hari Rabu tanggal 22 Juli mendatang.
Berbeda dengan calon santri yang baru masuk, mereka baru di wajibkan masuk tanggal 15 Juli 2020.
Terpantau di lokasi, beberapa orang tua murid santri baru berdatangan menghantarkan putra putrinya untuk melepas anaknya demi menempuh pendidikan agama di ponpes Tahfizh Wal Lughoh Ruhul Qur’an Batam, Rabu (15/07/20).
Pendiri pondok pesantren Tahfizh Wal Lughoh Ruhul Qur’an ustadz Hanapi mengatakan proses belajar mengajar di ponpes yang pimpinnya bisa kembali digelar sesuai edaran dari Kementerian Agama.
“Pesantren ini kembali melakukan aktivitas setelah keluar nya edaran dari Kementerian Agama. Saat pandemi ini kami pihak pengelola akan selalu menerapkan pembelajaran sesuai prtokol kesehatan. Untuk siswa baru yang baru masuk hari ini, kami tidak meminta menunjukkan surat rapid tes namun kami meminta keterangan kepada orang tuanya bahwa anak nya benar benar sehat dari segala penyakit,” ucapnya kepada beritabatam.co.
Di tahun ajaran baru ini pihak pengelola Pesantren Tahfizh Wal Lughoh Ruhul Qur’an hanya menerima santri baru berjumlah 90 santri dari tingkatan Salafiyah Wustho (SMP) dan Salafiyah Ulya (SMA). Ini dikarenakan keterbatasan tempat.
“Untuk tingkatkan pondok pesantren Salafiyah Ula (SD) juga ada di pondok pesantren ini, namun tidak di wajibkan untuk mondok. Tapi tetap kami beri fasilitas angkutan kendaraan gratis pulang pergi, fasilitas gratis ini kita berikan sebagai kepercayaan kepada orang tua santri bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah dan biayanya tidak susah,” tambahnya
Meskipun dengan ruang dan lokasi yang tidak begitu besar, namun fasilitas di pondok pesantren ini cukup memadai dan kini memiliki armada transfortasi 5 unit untuk mendukung kebutuhan para santri.
Pihak pesantren selalu berharap kepada santri dari pondok pesantren Tahfizh Wal Lughoh Ruhul Qur’an agar para santri bisa menghapal Al-Qur’an sebelum lulus dari pondok pesantren.
Walau pondok pesantren ini milik swasta, yang di kelolah oleh keluarga namun pemerintah selalu ikut berpartisipasi dengan selalu memberi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pondok (BOP) setiap tahun nya, bahkan di awal tahun ini pemerintah telah memberikan 1 unit mobil untuk di gunakan membantu operasional di pondok pesantren. (Put)













Discussion about this post