
Batam | beritabatam.co : Jelang pelaksanaan revonasi Pasar Induk Batam, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau meminta pengertian pedagang untuk segera mengosongkan pasar yang berlokasi di kawasan Jodoh tersebut.
Gustian Riau menyebutkan jika tak dikosongkan, rencana renovasi bisa saja dibatalkan dan anggaran akan dialihkan ke kota lain.
“Saya minta pengertiannya. Mari sama-sama menyelesaikan ini. Tujuannya untuk pedagang juga. Bangun lima lantai ini tak mudah kita dapatkan anggarannya. Kalau tak jadi tahun depan, bisa dialihkan lagi ke kota lain,” kata Gustian di Batam Centre, Selasa (01/10/19), seperti dikutip dari laman mediacenterbatam.
Menurut Gustian, renovasi Pasar Induk dilakukan untuk kepentingan pedagang juga. Agar pasar bisa lebih ramai dikunjungi warga.
“Besok itu mereka bayar retribusi. Bangunannya dibangunkan pemerintah. Daripada mereka sewa lapak yang tak jelas asal-usulnya,” kata dia.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 1.808 pedagang yang menempati pasar induk lama dan kawasan sekitarnya. Setelah direnovasi, para pedagang lama ini akan menjadi prioritas untuk mendapat tempat berjualan di Pasar Induk.
Renovasi pembangunan Pasar Induk ini dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan. Dengan anggaran Rp 200 miliar.
“DED (detailed engineering design) sudah kami buat. Tinggal pembangunannya tahun 2020. Tapi terkendala ada sebagian pedagang yang belum mau keluar walaupun sudah kami siapkan tempat untuk relokasi sementara,” pungkasnya. (MCB)














Discussion about this post