
Batam | beritabatam.co : Perkembangan zaman harus menjadi acuan untuk inovasi dalam menyesuaikan perubahan. Termasuk juga dalam pola pengajaran generasi muda yang tentu berbeda dengan pengajaran beberapa dekade lalu.
Hal ini menjadi sorotan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin. Ia menantang Guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) untuk menciptakan metode pembelajaran yang kekinian.
“Dulu sewaktu kecil, kita mengaji, tangan kanan gurunya memegang lidi penunjuk, tangan kiri rotan. Sekarang sudah tidak bisa seperti itu lagi. Saat ini kita berada di tengah dunia yang serba canggih. Bapak ibu sebagai guru TPQ punya tantangan bagaimana metode mengajar yang cocok dengan anak kita saat ini,” tutur mantan guru Bahasa Indonesia ini saat membuka pelatihan guru TPQ di Aula Kantor Walikota Batam, Rabu (21/08/19). Sebagaimana dimuat laman mediacenterbatam.
Keberadaan guru TPQ sekarang ini sangat penting. Karena sebagian besar orang tua bekerja. Sehingga tak memiliki waktu untuk mengajarkan anaknya membaca Al-Quran. Maka itu perlu bantuan guru-guru di TPQ.
“Pemerintah bersama Kementerian Agama juga membuat kebijakan, bagi anak yang mau masuk SMP wajib bisa membaca Al-Quran. Oleh karena itu peluang menjadi guru TPQ ini juga besar,” ungkapnya.
Jefridin mengatakan perhatian pemerintah terhadap guru TPQ juga besar. Ada insentif yang diberikan bagi lebih dari 4.000 guru TPQ terdaftar.
“Walaupun belum maksimal, setidaknya ada. Daerah lain tidak ada. Baru di Kepri dan itu pun hanya Batam serta Karimun. Di Karimun juga termasuk baru ada insentif ini,” ujarnya.
Karena itu kepada para guru TPQ, Walikota Batam berharap untuk benar-benar mengajarkan anak islam di Kota Batam. Supaya tak sekadar bisa membaca tapi juga memahami hingga mengamalkan isi Al-Quran.
“Di sekolah formal tak cukup waktu. TPQ bisa membantu,” kata dia.
Kepala Bagian Kesra Setdako Batam, Riama Manurung mengatakan pelatihan ini diikuti 100 peserta. Berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (21-22/8). Dengan narasumber Sarbaini (Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Batam), Anne Putri Harini (BNN Kota Batam), dan Cahaya Permata (Dosen UIN Sumatera Utara).
Ketua Badan Musyawarah Guru TPQ (BMGQ) Batam, Deden Sirajudin berpesan kepada peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan ini dengan baik. Dan apa yang didapat melalui pelatihan bisa diteruskan ke rekan-rekan sesama guru TPQ. (MCB)














Discussion about this post