Batam | beritabatam.co – Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, memastikan hujan sporadis yang mengguyur Batam dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya membuat lahan aman dari risiko kebakaran hutan dan lahan. Hal itu disampaikannya saat dialog Live Pagi RRI Batam, Minggu [31/08/26].
Ramlan menjelaskan kondisi Batam berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya, terutama Pulau Jawa yang dalam dua bulan terakhir tidak diguyur hujan sama sekali. Sebagai wilayah ekuatorial, Batam bersama Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera bagian utara masih memiliki potensi hujan-hujan sesaat atau sporadis.
Namun curah hujan yang datang sebentar dan tidak merata itu tidak serta merta menghapus kerawanan karhutla.
Menurutnya, kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia saat ini dipicu oleh fenomena El Nino kuat yang dampaknya tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi juga regional Asia Tenggara hingga global.
El Nino memang identik dengan musim kering dan minim curah hujan, sehingga ketika bertepatan dengan musim kemarau, kondisi kekeringan menjadi semakin ekstrem. Dampaknya sudah terlihat di Kalimantan dengan kebakaran yang begitu masif dan sulit dipadamkan.
Hujan yang turun di Batam dalam dua hari terakhir, kata Ramlan, dipengaruhi oleh siklon tropis yang terbentuk di wilayah Filipina. Saat siklon menguat, pertumbuhan awan cukup masif terjadi di sekitar Batam dan Kepri.
Setelah siklon tersebut melemah, awan dari Samudera Hindia di sekitar ekuator ikut melambat dan memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang. Kejadiannya berlangsung sesaat dan tidak berlangsung lama. Bahkan pada Sabtu lalu, hujan lebat sempat menyebabkan genangan hingga banjir sesaat di beberapa titik di Batam karena daya tampung yang rendah.
Lantas apakah hujan tersebut otomatis menurunkan risiko karhutla? Ramlan menegaskan tidak. Ia mengatakan memang dengan adanya hujan yang cukup lebat, wilayah yang banyak vegetasinya akan menjadi basah dan bisa membantu memadamkan jika terjadi kebakaran. Namun karena sifatnya hanya sesaat, pengaruhnya terhadap kelembaban lahan tidak terlalu besar.
BMKG juga terus mewaspadai potensi kiriman asap dari kebakaran di wilayah lain. Saat ini arah angin bertiup dari selatan menuju utara, sehingga jika terjadi kebakaran masif di Palembang atau Jambi, asapnya berpotensi berdampak ke Batam. Meski demikian, untuk saat ini kondisi udara di Batam masih tergolong aman. Berdasarkan pantauan BMKG, konsentrasi Particulate Matter PM2.5 hanya berada di angka sekitar 26 mikrogram per meter kubik. Ramlan menyebut beberapa minggu lalu dampak kebakaran di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sempat terasa hingga ke Anambas dan Natuna, namun saat ini kualitas udara masih dalam batas aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan.
Lebih lanjut Ramlan menjelaskan bahwa BMKG menggunakan sistem pemetaan bernama FDRS atau Fire Danger Rating System untuk melihat tingkat kerawanan karhutla. Ada empat unsur meteorologis yang menjadi penentu, yaitu curah hujan yang sedikit, suhu yang cukup panas, kelembaban yang kering, dan angin yang cukup kencang sehingga mempercepat rambatan api.
Selain faktor cuaca, tutupan lahan juga sangat berpengaruh. Lahan gambut misalnya, sangat memperparah kebakaran karena adanya fenomena bara dalam sekam, di mana di atas permukaan tidak terlihat api namun di dalam tanah masih membara dan sulit dipadamkan. Beruntung, di wilayah Batam pada umumnya tidak terdapat lahan gambut, meski di beberapa wilayah lain di Kepri masih ada meski tidak sebesar di Riau.
Terkait kebakaran di kawasan Barelang awal pekan lalu yang dilaporkan menghanguskan sekitar 35 hektare, Ramlan menyebut kondisi cuaca saat itu memang sudah sangat rawan. Hasil analisis BMKG menunjukkan suhu cukup panas dan terik, sementara curah hujan di akhir Juli hingga Agustus sangat sedikit.
Akibatnya lahan menjadi kering, ilalang dan dedaunan kering sangat mudah terbakar. Ia juga menekankan bahwa kebakaran tidak akan terjadi jika tidak ada unsur manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja, seperti membakar sampah kecil lalu ditinggalkan. Setelah kejadian itu memang turun hujan dan titik hotspot menghilang, namun tingkat kerawanan tidak otomatis hilang hanya karena hujan sesaat.
Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca melalui website resmi, media sosial BMKG, dan aplikasi Info BMKG yang tersedia di Android maupun iOS. Informasi diperbarui mulai dari per tiga jam, harian, sepuluh harian, hingga prediksi bulanan. Semakin panjang rentang prediksinya, akurasinya juga akan semakin berkurang.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses digital, Ramlan mengingatkan agar tetap peka terhadap tanda-tanda alam. Meski kearifan lokal kini tidak sepenuhnya bisa diandalkan karena perubahan iklim, ia mencontohkan jika pada malam hari udara terasa sangat gerah atau sumuk, itu pertanda penguapan tinggi dan biasanya keesokan pagi atau siangnya akan turun hujan.
Menjelang potensi hujan masif pada Oktober mendatang, BMKG juga telah melakukan edukasi melalui Sekolah Lapang Iklim untuk petani dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan untuk nelayan.
Tujuannya agar masyarakat lebih memahami wilayahnya masing-masing dan bisa mengantisipasi dampak kekeringan terhadap pertanian maupun potensi banjir rob di pesisir saat hujan tinggi bersamaan dengan bulan purnama.
Ramlan menutup dengan mengingatkan bahwa di perkotaan yang cuacanya cukup panas, risiko kebakaran tidak hanya mengintai hutan, tetapi juga pekarangan dan rumah warga. (Ben)

![Foto: Personel gabungan Satpom Lanud Hang Nadim saat menggelar Operasi Gaktib Waspada Wira Garuda di sejumlah THM dan KTV di Kota Batam, Sabtu [29/8/2026] malam.
Foto: Pen HNM](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-16.57.35-350x250.jpeg)
![Keributan antar puluhan pemuda di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, berhasil diredam personel Polsek Nongsa setelah mendapat laporan melalui Layanan Polisi 110. Kejadian berlangsung Minggu [30/08/26]
Foto: Istimewa](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-16.02.16-350x250.jpeg)
![Diduga Tipu Calon Jamaah Rp67,7 Juta, Travel Umroh Dilaporkan ke Polres Metro Jaktim, Kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Kamis [28/08/2026]
Foto: Ben](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-15.39.43-350x250.jpeg)


![Foto: Personel gabungan Satpom Lanud Hang Nadim saat menggelar Operasi Gaktib Waspada Wira Garuda di sejumlah THM dan KTV di Kota Batam, Sabtu [29/8/2026] malam.
Foto: Pen HNM](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-16.57.35-120x86.jpeg)
![Keributan antar puluhan pemuda di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, berhasil diredam personel Polsek Nongsa setelah mendapat laporan melalui Layanan Polisi 110. Kejadian berlangsung Minggu [30/08/26]
Foto: Istimewa](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-16.02.16-120x86.jpeg)
![Diduga Tipu Calon Jamaah Rp67,7 Juta, Travel Umroh Dilaporkan ke Polres Metro Jaktim, Kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Kamis [28/08/2026]
Foto: Ben](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-30-at-15.39.43-120x86.jpeg)

Discussion about this post