Lingga | beritabatam.co : Panen padi desa Panggak Darat Kecamatan Lingga, dihadiri Bupati Lingga (H. Alias Wello) (07/04/19).
“Sahang kita pernah booming, tapi di pasaran kita pernah gagal dikarekan itu memang merupakan permintaan pasar. Sebetulnya hal ini masyarakat di Lingga tidak pernah gagal, dan itu sudah bagus. Pertanian kita sudah mulai tampak, sawah pun kita sudah luar biasa. Jadi hal ini merupakan satu program pemerintah pusat yakni kementrian yang berhasil di Kabupaten Lingga yakni di Panggak Darat ini,” ucapnya.
Oleh sebab itu yang kita panen hari ini, ini adalah mewakili reprentasi cetak sawah nasional yang ditempatkan di Kabupaten Lingga. Meski kita lakukan perawatan tradisional dengan alat seadanya, tapi bisa menunjukkan hasil yang luar biasa, pungkasnya dalam sambutannya.
Salah satu petak sawah yang sudah di panenkan tadi itu, hasilnya sudah 6,2 ton / hektar. dan ini sudah masuk ke rata-rata nasional, sudah luar biasa.
3 tahun lalu desa Panggak Darat ini merupakan daerah yang membeli beras, namun pada 3 tahun selepas itu dan hari ini Panggak Darat adalah desa swasembada yang merupakan desa mandiri pangan yang mengkonsumsi beras sendiri bahkan sudah menjual beras untuk daerah lain.
Selain menanam padi, Bupati juga terharu bahwa lahan lainnya bisa di manfaatkan masyarakat desa Panggak Darat serta Kepala Desanya yang juga dipimpin oleh Wakil Bupati untuk ternak lele, ikan nila serta bebek. Hal ini merupakan nilai tambah bahwa kita tidak hanya berharap pada satu penghasilan saja melainkan ada pendapat lainnya juga.
Dengan hasil ini, kita perlu bersyukur dengan berkat kerja keras dari pada aparat pemerintah daerah yang dimotori oleh Wakil Bupati dengan para Camat nya, kemudian kepala desa nya dan juga keinginan masyarakat betul betul tersalurkan.
Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza, mengatakan panen di desa Panggak darat ini bukan merupakan yang pertama kali adalah melainkan panen yang ke 4 kalinya.
“2 hari yang lalu, petani Panggak darat juga melakukan panen sebanyak 4,32 ton dan hari ini alhamdulillah ada kenaikan yang sangat signifikan yakni sebanyak 6,2 ton. Pada tahun sebelumnya kami telah mengalokasikan APBDes sebesar 90% dalam mengembangkan program pertanian khususnya sawah, adapun digunakan untuk pemasangan pipa, pembuatan jembatan dan juga operasional pekerja,” ucapnya.
Tahun ini sebesar Rp 200 juta khusus untuk pembangunan jalan dan saya juga akan membuka taman wisata plasmanya ada 30 hektar, intinya ada 5 hektar, dan akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)
Padi di Desa Panggak Darat telah mendapatkan sertifikat halal, yang telah bekerjasama dengan Disperindag dan juga Dinas Pertanian Provinsi Kepri.
Untuk panen kali ini target kita akan mendapatkan sebanyak 70 sampai 80 ton, nanti akan kami kelola, kami packaging, kita jual melalui BUMDES, untuk penanganan covid-19 ini masyarakat bisa mengambil ke kami, ada desa-desa yang akan dibagi yakni desa di Kecamatan Lingga dulu.
“Saya menyambut baik dan ini adalah tekad baik dari Bupati, dan Presiden RI melalui Menteri Pertanian khususnya yang sudah membawa program pertanian ke Kabupaten Lingga. Kami dan masyarakat menyambut baik ide cemerlang Bupati Lingga, dan hari ini kita sudah bisa lihat hasilnya. Saya mewakili petani mengucapkan terimakasih banyak atas jerih payah Bupati dan Wakil Bupati yang bekerjasama dengan kementrian pertanian,” pungkasnya. (HPL)














Discussion about this post