
Batam | beritabatam.co – Sebagai urat nadi perekonomian kawasan industri dan perniagaan di Kepulauan Riau, keandalan sistem kelistrikan di Kota Batam menjadi hal yang sangat vital. Setiap operasional pabrik skala besar, pusat bisnis hingga kenyamanan rumah tangga sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil.
Di balik tugas berat menjaga stabilitas kelistrikan tersebut, terdapat sosok-sosok pengambil kebijakan strategis di tubuh PT PLN Batam.
Tingginya sorotan dan ekspektasi publik terhadap kinerja perusahaan kelistrikan ini membuat struktur kepemimpinan mereka menarik untuk disimak.
Melansir dari data resmi perusahaan, tata kelola PT PLN Batam saat ini diawasi dan digerakkan oleh jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi yang memiliki fokus serta keahlian masing-masing.
Di tingkat pengawasan, PT PLN Batam dikawal oleh Dewan Komisaris yang bertugas mengawasi jalannya roda operasional dan memberikan nasihat strategis kepada direksi, guna memastikan terciptanya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Posisi Komisaris Utama saat ini dijabat oleh Doddy Trisunu, yang telah mengemban amanah tersebut sejak Maret 2025.
Dalam menjalankan tugasnya, Doddy didampingi oleh Didi Apriadi yang juga menjabat sebagai Komisaris sejak periode yang sama.
Untuk menjamin independensi dan objektivitas pengawasan, struktur ini juga dilengkapi oleh seorang Komisaris Independen, yakni Deni Firzan, yang mulai menjabat sejak Oktober 2024.
Bergeser ke kursi eksekutif, operasional harian dan pengembangan bisnis PT PLN Batam dipimpin oleh jajaran Direksi.
Tampuk kepemimpinan tertinggi atau Direktur Utama dipercayakan kepada Kwin Fo sejak Maret 2025.
Sebagai motor penggerak perusahaan, Kwin Fo dibantu oleh tiga direktur dengan portofolio spesifik, yaitu:
1. Dinda Alamsyah, menjabat sebagai Direktur Operasi sejak Agustus 2023. Ia memegang peran krusial di lapangan, mulai dari menjaga keandalan pembangkit, transmisi, hingga distribusi kelistrikan ke pelanggan.
2. Raditya Surya Danu, menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha, yang bertugas merancang ekspansi layanan, inovasi pelanggan, dan strategi bisnis kelistrikan di Batam.
3. M. Romy Andry, menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital, yang menjadi pilar dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan, memitigasi risiko, serta mengelola kualitas sumber daya manusia di PLN Batam.
Di tangan para eksekutif dan pengawas inilah tanggung jawab besar untuk menjaga keandalan listrik Batam dipertaruhkan.
Kebijakan, responsivitas, dan inovasi yang mereka lahirkan sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama dalam meminimalkan gangguan kelistrikan dan mendukung iklim investasi yang sehat di Kepulauan Riau. (red)











Discussion about this post