
Batam | beritabatam.co – Proses pemulihan pasokan listrik di Kota Batam pasca blackout yang terjadi sejak Senin 12 Oktober pagi menunjukkan progres signifikan.
Berdasarkan data pembaruan resmi dari PT PLN Batam pada Selasa 13 Oktober 2026 dini hari, tingkat penormalan sistem kelistrikan hampir mencapai 100 persen.
Merujuk pada Infografis Kelistrikan PT PLN Batam dengan pembaruan laporan per pukul 04.00 WIB, tercatat 98,8 persen atau sebanyak 406.083 pelanggan sudah kembali menikmati pasokan listrik. Sementara itu masih terdapat sekitar 5.127 pelanggan yang terdampak pemadaman.
Dari sisi teknis, beban yang sudah berhasil dipulihkan mencapai 496,7 MW (99 persen), dengan menyisakan beban padam sebesar 5,1 MW. PLN Batam juga melaporkan bahwa seluruh gardu induk (11 gardu) dan transmisi (12 gardu) yang sebelumnya terdampak kini telah menyala 100 persen.
Secara kronologis, pihak PLN menyebutkan bahwa penyebab utama pemadaman meluas ini bermula dari gangguan pada gardu induk.
Kendati demikian penyebab spesifik terjadinya gangguan tersebut saat ini masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut.
Dalam pengumuman terpisah pada Selasa (13/10/26), PLN Batam juga merilis Pemberitahuan Gangguan Kelistrikan Lokal.
Gangguan lokal ini dilaporkan terjadi pada pukul 06.19 WIB dengan wilayah terdampak yang berpusat di Nagoya dan sekitarnya.
Sama halnya dengan insiden sebelumnya, penyebab gangguan lokal ini juga masih dalam proses pengecekan oleh tim di lapangan.
PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan mengimbau warga untuk melakukan langkah mitigasi, seperti mencabut perangkat elektronik selama listrik padam dan mengisi daya saat listrik menyala.
Di tengah upaya keras pemulihan sistem, masyarakat Batam sempat diresahkan oleh beredarnya informasi bohong terkait pemadaman terencana.
Pesan berantai yang beredar luas di media sosial menyebutkan akan ada “Pemadaman Listrik Terencana Selama 3 Hari (12-14 Oktober 2026)”.
Selain itu terdapat narasi yang mengklaim bahwa pasokan listrik hanya mengandalkan PLTD Tanjungpinang dan warga hanya akan mendapat jatah menyala selama 6 jam.
Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono secara tegas membantah seluruh klaim tersebut melalui siaran pers resmi yang dikeluarkan pada Selasa (13/10/26).
“PLN Batam tidak pernah mengeluarkan pengumuman pemadaman terencana selama 3 hari berturut-turut, maupun pemberlakuan pembatasan nyala listrik 6 jam sebagaimana dinarasikan dalam pesan dan gambar yang beredar luas di masyarakat. Seluruh informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks),” tegas Rudi.
Rudi menambahkan bahwa PLN Batam senantiasa berkomitmen memberikan pembaruan informasi yang transparan dan akurat terkait perkembangan pemulihan sistem kelistrikan. (Ben)











Discussion about this post