
Batam | beritabatam.co : Warga Batam tengah dihebohkan dengan tagihan listrik yang naik signifikan pada bulan terakhir. Keluhan ini disampaikan melalui berbagai kanal kepada unsur pimpinan di Pemerintah Kota Batam.
Menindaklanjuti keluhan warga Batam, Wali Kota Batam telah mengundang manajemen PT Bright PLN Batam dalam rapat yang digelar pada Sabtu (06/06/20).
“Dalam rapat ini kita sampaikan apa yang menjadi keberatan masyarakat. Dan dari pihak PLN menyampaikan penyebab tagihan listrik sejumlah warga bisa meningkat signifikan,” tutur Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, yang turut serta dalam rapat.
Sejak pandemi corona virus disease (Covid-19) PLN tidak menurunkan tim pencatat meteran listrik. Dan sebagian besar masyarakat tidak mengirimkan foto meteran listriknya ke wadah yang PLN siapkan. Sehingga tagihan listrik pada bulan lalu hanya berdasarkan rata-rata pemakaian bulan sebelumnya.
“Karena itulah terjadi kekurangan bayar dari kondisi sebenarnya. Dan kenaikan tagihan bulan ini disebabkan kumulatif kekurangan bayar tersebut,” ujarnya.
Alasan lainnya menurut PLN, ada peningkatan penggunaan listrik oleh pelanggan selama kebijakan ‘di rumah saja’ berlangsung. Sehingga kWh yang tercatat di meteran pun meningkat di banding bulan-bulan sebelum covid-19 terjadi.
Pada pertemuan itu, Jefridin pun menyampaikan pesan Wali Kota kepada manajemen PLN. Antara lain meminta agar tidak ada pemutusan aliran listrik kepada warga yang tidak mampu membayar tagihan sekarang.
Kemudian, Pemko Batam juga berharap dari PLN ada kebijakan pembayaran bagi masyarakat. Misalnya kumulatif selisih bayar bulan sebelumnya tidak ditagihkan dalam satu bulan sekaligus.
Perwakilan PT Bright PLN Batam, Awaludin Hafid mengatakan hasil pertemuan tersebut akan disampaikan ke direksi perusahaan. (MCB)














Discussion about this post