Batam | beritabatam.co – Dalam dua tahun terakhir, Batam tercatat sebagai pintu utama kepulangan ribuan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural.
Data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mencatat 3.829 deportan melintas lewat Pelabuhan Internasional Batam Center sejak 2024 hingga 2026. Jumlah itu yang membuat Menteri P2MI Mukhtarudin turun langsung meninjau pelayanan pelabuhan pada Selasa 9 Juni 2026 lalu.
“Rata-rata deportan tidak punya dokumen resmi. Posisi Batam di jalur segitiga Indonesia-Malaysia-Singapura bikin rawan,” kata Mukhtarudin saat peninjauan. Ia meminta Bea Cukai, TNI, dan Polri memperkuat sinergi di titik perbatasan.
Peringatan itu sejalan dengan yang disampaikan Diki Wijaya sepekan kemudian. Dalam kampanye pelindungan PMI di Batam, Rabu 18 Juni 2026, Diki menegaskan Kepri bukan hanya daerah asal, tapi juga “pintu gerbang utama atau daerah transit” yang kerap dipakai sindikat untuk memberangkatkan pekerja tanpa prosedur.
Lebih mengkhawatirkan, modusnya bergeser. Kalau dulu PMI banyak jadi korban eksploitasi, sekarang sebagian direkrut jadi pelaku.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada PMI yang diberangkatkan untuk melakukan kejahatan, yaitu judi online,” ujar Diki usai acara.
Data pemulangan massal dari Kamboja memperkuat dugaan itu. Sebanyak 249 WNI dipulangkan setelah terbukti terlibat judi online. Hasil asesmen menyebut mereka korban rekrutmen ‘scam online’ dengan iming-iming kerja admin gaji tinggi, ungkap jajaran Polri beberapa waktu lalu.
Rantai itu makin jelas setelah Polda Kepri membongkar pabrik bot judi online di Batam pada Senin 4 Mei 2026. Operasi itu mengungkap jaringan yang mengendalikan ratusan ribu akun judi pakai komputer dan teknologi otomatis.
Tiga keping data itu, 3.829 deportan lewat Batam, 249 WNI pelaku judol dipulangkan dari Kamboja, dan pabrik bot judol di Batam memperlihatkan rantai perekrutan yang disebut Diki memang nyata adanya.
Mukhtarudin mengimbau warga menempuh jalur prosedural kalau mau kerja ke luar negeri. Diki menambahkan, Disnakertrans Kepri akan memperbanyak sosialisasi di pelabuhan dan literasi digital agar masyarakat tak terjebak iming-iming gaji dolar. (Ben)














Discussion about this post